Category: Pendidikan Madrasah

  • MI Al Muslimiyah Randublatung Adakan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka

    Blora (18/11) – Civitas akademika MI Al Muslimiyah Randublatung mengadakan kegiatan “Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka”. Kegiatan ini bertujuan agar guru-guru MI Al Muslimiyah Randublatung memiliki bekal yang cukup dalam menghadapi pemberlakuan Kurikulum Merdeka di Madrasah tahun pelajaran 2023/2024.

    Kepala MI Al Muslimiyah Randublatung Drs. Saerozi, M.Pd.I, dalam sambutannya mengatakan guru harus selalu belajar dan belajar agar tidak tertinggal oleh zaman. 

    “Guru harus selalu update ilmu pengetahuan agar dalam memberikan pembelajaran kepada peserta didik bisa lebih bermakna, tidak hanya pada saat pembelajaran tetapi juga bermakna dalam mengarungi kehidupan.” ujar Saerozi

    Sementara itu Drs. Wasidi selaku Ketua Yayasan menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh MI Al Muslimiyah ini. 

    “Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi guru-guru tetapi juga akan bermanfaat bagi peserta didik, wali murid dan MI Al Muslimiyah itu sendiri.” kata Wasidi

    Yayasan tersebut ingin dikembangkan sesuai visi dan misi yang telah ditetapkan. Salah satu cara untuk mengangkat kualitas peserta didik adalah dengan mengadakan berbagai kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi guru walaupun dengan biaya mandiri, imbuh Wasidi dalam sambutaan pembukaan kegiatan tersebut.

    Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari tanggal 18-19 November 2022 bertempat di lantai II Gedung B MI Al Muslimiyah dengan peserta sebanyak 30 orang. Adapun materi kegiatan ini adalah Konsep Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah (KOM), capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, Assessment Pembelajaran, Modul Ajar, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (P4RA). Materi hari pertama disampaikan oleh H. Sholikin, S.Ag, sedang hari kedua disampaikan Hj. Mahsunah, S.Ag, M.Pd.I, yang merupakan Tim Pendampingan IKM Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora. (sk/nn)

  • Lakukan Pembinaan, Kepala Kemenag Blora Minta Guru Tingkatkan Kedisiplinan

    Lakukan Pembinaan, Kepala Kemenag Blora Minta Guru Tingkatkan Kedisiplinan

    Blora – Dalam rangka meningkatkan etos kerja tenaga pendidik di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora, Seksi Pendidikan Madrasah menyelenggarakan Pembinaan Kepala dan Guru se-eks Kawedanan Blora dan Ngawen, Kamis (21/7).

    Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Graha Bhakti Mega.

    Dalam pembinaan ini, disampaikan bahwa kesuksesan madrasah adalah tanggung jawab bersama sehingga harus terjalin kerjasama antar stakeholder, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, komite, dan lingkungan sekitar. 

    Hadir sebagai pembicara utama dalam acara ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora, M.Kafit. “Selama pandemi, pendidikan termasuk di madrasah lebih banyak menerapkan sistem pendidikan jarak jauh atau belajar dari rumah dengan metode belajar online, hal ini tentunya berpengaruh pada kedisiplinan bapak ibu guru maupun siswa.” ucap Kafit

    “Karena saat ini proses belajar mengajar sudah mulai tatap muka, saya minta guru dan siswa untuk kembali disiplin.” ujar Kakankemenag

    Tambahnya, pelaksanaan proses belajar mengajar pada madrasah di Kabupaten Blora akan menerapkan kurikulum Merdeka Belajar. Ia juga menghimbau kepada guru bahwa dalam proses belajar mengajar untuk menerapkan 7 program prioritas Menteri Agama dengan menekankan penguatan moderasi beragama, toleransi dan transformasi digital.

    “Jaman sekarang dengan dulu berbeda. Dulu sekolah bawa HP saja tidak boleh, sekarang malah disuruh bawa handphone. Untuk itu, Bapak Ibu Guru dimohon untuk menyiapkan materi pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.”katanya

    Di penghujung materinya, ia mengajak kepada semua guru untuk patuh dan disiplin dengan aturan dan kewajiban sebagai seorang pendidik. 

    “Mari ciptakan suasana harmonis di lingkungan satker masing-masing.” tutupnya
    Acara pembinaan kepala dan guru madrasah berjalan lancar. Menurut keterangan ketua panitia, Umi Khoirunisyaatin mengatakan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 360 peserta. Nampak hadir dalam kegiatan ini Kakankemenag Kabupaten Blora didampingi Kasi Pendidikan Madrasah, H. Mustaqim dan Pengawas Madrasah. (nn)

  • Siap Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar Kemenag Blora Gelar Sosialisasi IKM

    Siap Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar Kemenag Blora Gelar Sosialisasi IKM

    Blora – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora mengadakan sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang bertempat di Gedung Graha Bhakti Amega dan KPRI Blora. Kegiatan ini diikuti oleh pengawas dan kepala madrasah se-kabupaten Blora. Hadir dalam kegiatan ini Kakankemenag, Kasi Pendidikan Madrasah, dan Narasumber IKM.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora, M.Kafit mengatakan, perkembangan kurikulum pendidikan terus dinamis, para guru untuk selalu siap menghadapi kurikulum yang senantiasa berkembang terlebih selama pandemi.

    M. Kafit, yang membuka kegiatan sosialisasi berharap semakin memperkuat kompetensi kepala madrasah khususnya terkait kurikulum merdeka belajar. Narasumber dihadirkan untuk menyatukan persepsi terkait kurikulum merdeka. Bagi siswa, penguatan ditujukan bagaimana siswanya memerdekakan sendiri untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya melalui berbagai sumber.

    “Mari pengawas, kepala madrasah dan guru sampai siswanya mari bersama-sama untuk melakukan kegiatan ini, menyambut kurikulum merdeka di madrasah.” kata M.Kafit

    Lanjutnya, Kurikulum Merdeka dirancang sebagai bagian dari upaya Kemendikbud dan Ristek untuk mengatasi krisis belajar yang telah lama kita hadapi dan menjadi semakin parah karena pandemi. Krisis ini ditandai oleh rendahnya hasil belajar dan ketimpangan kualitas belajar. Hal yang menarik dari kurikulum merdeka adalah kurikulum ini lebih sederhana dan mendalam, lebih berfokus pada materi esensi dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya, dan lebih merdeka, relevan, dan interaktif.

    Esensi Kurikulum Merdeka adalah pendidikan berpatokan pada esensi belajar, di mana setiap siswa memiliki bakat dan minatnya masing-masing. Tujuan merdeka belajar adalah untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 secara efektif.

    Adapun yang bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan ini H. Juwair, MM., M.Si (Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Kantor Wilayah  Kementerian Agama Prov. Jawa Tengah), Eny Mujiatun, S.Pd., Ahmad Muflihin, S.Pd., dan Ahmad Muslichan, S.Pd (Guru SMAN 1 Karangrayung, Grobogan). (nn)

  • Kakankemenag Serahkan 5 IJOP Madrasah Swasta

    Kakankemenag Serahkan 5 IJOP Madrasah Swasta

    Blora – Dalam upaya peningkatan tata kelola yang lebih baik, ijin operasional atau lebih dikenal dengan istilah Ijop, menjadi sebuah hal wajib bagi madrasah. Ijop menunjukkan bahwa madrasah tersebut telah tercatat di Kementerian Agama dan memenuhi kriteria yang telah ditentukan. 

    Untuk mendapatkannya, madrasah harus memenuhi tiga persyaratan, yaitu persyaratan administrasi, persyaratan teknis, dan persyaratan kelayakan melalui verifikasi terlebih dahulu.

    Oleh karena itu (4/7/2022), Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora melalui Seksi Pendidikan Madrasah menyerahkan ijin operasional kepada lima madrasah yang berada di Kabupaten Blora. 

    Adapun kelima madrasah tersebut adalah:

    1. MTs Miftahur Rosyid, Kradenan
    2. MI An Nur Darussalam, Jepon
    3. MI Zumrotun Ummah, Kunduran
    4. RA Miftahul Huda, Ngawen
    5. RA Al Kuttab, Kunduran

    Sebelumnya dalam sambutan yang diberikan, Kakankemenag mengajak seluruh kepala  dan civitas madrasah penerima Ijop agar menjadikan kualitas pendidikan menjadi perhatian utama dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan.

    “Perlu diingat pula bahwa setelah mendapatkan izin operasional saya tekankan kepada seluruh madrasah yang telah memiliki izin operasional untuk tetap menggunakannya sesuai dengan peruntukannya, jangan sampai salah pemanfaatannya,” ucap M. Kafit

    Ia berharap kepada seluruh lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan Kementerian Agama untuk terus menjaga integritas serta mutu pendidikannya, sehingga hal itu bukan saja menjadi citra yang baik bagi dunia pendidikan, namun juga sekaligus menjaga marwah Kementerian Agama di tengah-tengah masyarakat.

    Di penghujung sambutannya, Kakankemenag berharap kepada pengelola madrasah untuk aktif dan menguasai teknologi seperti dalam penggunaan EMIS yang bermanfaat dalam menyediakan data dan informasi yang dibutuhkan dalam perumusan kebijakan, perencanaan penyelenggaraan pendidikan, pengembangan poyek, penyusunan anggaran dan pengambilan keputusan pada madrasah. (humas)

Skip to content