Dengan bergulirnya reformasi birokrasi di instansi pemerintah, maka Kementerian Agama Blora terus menerus ikut serta melakukan reformasi diri demi menunjang program manajemen aparatur negara berbasis kinerja.

Manajemen kepegawaian berbasis kinerja mendesak dilaksanakan mengingat hal itu juga merupakan tuntutan era globalisasi yang penuh tantangan dan persaingan, dan Peningkatan kinerja aparatur menjadi hal yang sangat mendesak dan segera diwujudkan.

Demikian disampaikan oleh Kepala Kankemenag Blora, Drs. H. Tri Hidayat dalam acara Rapat Kerja Gabungan Kantor Kementerian Agama Blora pada Kamis (21/5) di aula kankemenag Blora.

Di hadapan sekitar 40 peserta yang hadir dari unsur kasi kasi dan gara Syariah, kepala KUA, Penghulu maupun pegawai Kankemenag Blora, Tri Hidayat juga menyampaikan bahwa saat ini Para pegawai supaya membekali diri dengan berbagai kecakapan (kompetensi) antara lain conceptual skill (kemampuan konseptual), social skill (kemampuan bersosial) dan technical skill (kemampuan teknis) terkait dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Apalagi dengan adanya kebijakan baru terkait dengan transparansi kekayaan aparatur sipil negara, saat ini sedang dilaksanakan kebijakan menpan sesuai dengan SE Menpan no 1/2015 bahwa seluruh aparatur sipil negara wajib melaporkan harta kekayaannya dengan format yang telah ditentukan.

”Seperti telah ditekankan oleh Irjen Kementerian Agama bahwa Kementerian Agama telah menetapkan target 100% pegawai Kementerian Agama akan mengisi LHKASN sebagai bukti dukungan Kementerian Agama terhadap reformasi birokrasi khususnya anti korupsi, dan batas akhir pelaporan adalah 30 Juni 2015, maka mari kita sukseskan program Menteri Agama”, ujar Tri Hidayat.

Selain itu, saat ini sudah ada tunjangan kinerja yang mendukung optimalisasi tugas dan fungsi ASN sehingga integritas yang ada hendaknya dimaksimalkan  supaya mampu meningkatkan kinerja dalam fungsi pelayanan publik.

 Tri Hidayat juga memaparkan saat ini citra Kementerian Agama  terus membaik yang tak lepas dari 5 nilai budaya kerja yang terus dijalankan oleh ASN di lingkungan kementerian Agama Blora.

“Dalam rangka berupaya menciptakan iklim positif dan memberikan semangat kerja baru bagi seluruh jajaran Kementerian Agama, telah dicanangkan nilai-nilai untuk dipedomani dalam keseharian yang meliputi Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung jawab dan Keteladanan yang dikemas sebagai 5 nilai budaya kerja Kementerian Agama, harapannya dalam membangun dengan pemerintahan yang baru bisa sinergi dengan program revolusi mental Presiden” paparnya.

 

“Lima nilai budaya kerja menjadi satu kesatuan yang saling berhubungan erat dalam rangka memberikan pelayanan prima yang ditunjang dengan soliditas tim, komitmen yang tinggi, beretika kerja yang baik, mau berubah kearah yang lebih baik, bersungguh-sungguh dan bisa menjadi model bagi diri sendiri, rekan kerja dan masyarakat” lanjutnya.

Selain itu, fungsi pelayanan nikah juga hendaknya dioptimalkan sesuai aturan yang ada supaya tidak menimbulkan polemik di masyarakat terutama dengan adanya PP No. 48 tahun 2014 dimana masyarakat yang menikah di KUA tidak dipungut biaya.

Sementara itu, Kasubbag TU Kankemenag Blora, Drs. H.  Dwiyanto,M. Ag menyampaikan bahwa berbagai kegiatan yang ada di masing masing seksi hendaknya dioptimalkan sesuai pagu anggaran yang tersedia supaya penyerapan anggaran bisa lebih optimal dan dilaporkan ke dalam aplikasi e-mpa secara tepat waktu.

Begitu juga setiap pegawai hendaknya mengisi jurnal harian dan laporan bulanan yang sesuai dengan tugas dan fungsinya masing masing yang termaktub dalam Sasaran kinerja Pegawai (SKP) yang telah dibuat.

Begitu pula berbagai kegiatan hendaknya dibuat laporan pertanggungjawan yang baik supaya memudahkan dalam pemeriksaan Irjen dan meminimalisir adanya penyimpangan yang ada seperti TOR, SOP, kwitansi dan lainnya.

Kasi Kasi yang juga memaparkan program dan kinerjanya pada 2015 masing masing dan dengan penuh antusias direspon oleh peserta yang hadir.

Kasi Dikmad, Drs. H. Parmono menyatakan bahwa telah dilakukan berbagai kompetisi madrasah seperti KSM dan AKSIOMA untuk melatih mental pelajar se-Kabupaten Blora agar madrasah bisa meningkatkan persaingan. Selain itu, UAMBN juga hendaknya dilaksanakan madrasah dengan baik.

Begitu pula UPZ dari gara Syariah juga telah menyalurkan zakat dan sosialisasi wakaf kepada pihak yang berkompeten.

Kasi PAIS, Imron, S.Ag juga memaparkan program pentas PAIS, gebyar PAIS di sekolah umum yang diikuti penuh antusias dan semangat oleh peserta untuk menunjukkan kreatifitasnya.

Sementara Kasi Haji, Muhaiminj, SH juga menyampaikan berbagi persiapan pembuatan paspor bagi jamaah haji dan usul jamaah haji Lansia yang akan diberangkatkan tahun ini serta kebijakan haji tahun 2015.

Hal senada diungkapkan kasi PD Pontren, dimana pengasuh pesantren juga dibekali berbagai paham untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ISI, serta kurikulum madin dan ujian dari madrasah serta kurikulum Madin yang dibantu sosialisasi oleh FKDT Blora.

Kasi Bimas Islam, Drs. Maspuin juga menyampaikan upaya perlayanan nikah yang optimal dalam fungsi pelayanan publik, pengelolaan SIMKAH dan sosialisasi anti gratifikasi.(ima)

 

Skip to content