Dalam perkembangan arus globalisasi, informasi dan teknologi berkembang sangat pesat, selain membawa dampak positif dalam peningkatan intelektual namun disisi lain juga menimbulkan berkembangnya pemikiran dan pemahaman agama yang harus diwaspadai bersama.
Untuk itu, peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) sangat penting dalam mengkoordinasikan para ulama untuk memberikan pencerahan umat, karena ulama dan MUI harus selalu memposisikan sebagai khodimul ummah, medator, mitra pemerintah, dan mitra bagi wadah gerakan dan perjungan dalam menyelesaikan persoalan persoalan yang menyangkut masyarakat, bangsa dan ummat.
Demikian disampaikan oleh Ketua MUI Blora, KH Muharror Ali dalam acara Musyawarah Daerah (MUSDA) MUI ke-8 pada Kamis (2/4) di Pendopo Bupati Blora yang dihadiri sekitar 300 peserta dari pengurus dan anggota MUI, ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Blora, Bupati, ketua DPRD, Anggota Muspida, Kepala kantor Kementerian Agama, Ketua PCNU, Muhammadiyah, dan pimpinan partai politik se-kabupaten Blora.
Dalam Musda yang mengusung tema “Optimalisasi Peran MUI Sebagai Perekat Bangsa Dalam Menjaga Keutuhan NKRI” tersebut, Muharor Ali juga menyampaikan bahwa saat ini umat Islam perlu mewaspadai gerakan radikalisme yang mengatasnamakan agama seperti adanya gerakan Islamic State Of Irak And Syurah (ISIS) yang lebih berbahaya dari Al Qaedah, yang mampu mengambil kesempatan politik ketika Negara Timur Tengah sedang mengalami transisi politik, demokrasi dan penolakan dan memecah belah umat Muslim, begitu juga kekerasan agama yang menimbulkan konflik dan kerusuhan.
Oleh karena itu, tantangan dan tanggungjawab pengurus MUI semakin berat karena harus berhadapan dengan kekuatan yang sangat besar yang merusak ajaran Islam, namun ulama harus tetap bersemangat menghadapi tantangan di masyarakat terutama dalam mendakwahkan ajaran Islam yang Rahmatan Lil Alamin dan agama penuh kedamaian, bukan kekerasan.
Hal Yang senada juga disampaikan oleh Bupati Blora, Djoko Nugroho yang menyampaikan bahwa peran ulama sangat penting dalam pencerah umat dengan mengutamakan dakwah amar makruf nahi munkar yang baik dan bijaksana.
Djoko juga menandaskan perlunya memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dengan persaudaraan dan ukhuwah yang diajarkan Islam, yakni ukhuwah Islamiyah, persaudaraan dengan sesama muslim, Ukhuwah Wathoniyah, persaudaraan karena dasar nasionalisme, dan ukhuwah basyariyah, yakni persaudaraan yang tumbuh dan berkembang karena dasar kemanusiaan.
Peran Ulama dan pemerintah yang sinergis akan mampu menciptakan suasana kondusif di daerah dan menghambat terjadinya konflik dan kerusuhan di masyarakat karena semua elemen baik pemerintah, tokoh agama dan organisasi keagamaan dan masyarakat saling bersatu untuk mengikis paham yang bisa memecah belah umat melalui pemahaman dan kesadaran beragama yang baik dan bijaksana.
“mari bersatu padu dalam menjaga persatuan dan memberikan pencerahan bagi umat supaya paham yang menimbulkan keresahan masyarakat di Blora ini akan bisa kita hindari”tandas Djoko Nugroho serius.
Sementara itu, Kapolres Blora melalui Kasat Intel, AKP Sigit Ahsandi menyatakan saat ini perlu diwaspadai gerakan ISIS yang menyesatkan umat, sehingga hendaknya ulama selalu bekerjasama dengan Polres apabila terdapat gejala pergolakan di masyarakat .
Selain itu, masyarakat yang rawan terpengaruh pada gerakan ISIS menjadi tegas dalam menolak paham yang meresahkan tersebut dengan memperdalam wawasan dan ajaran agama melalui pemahaman terhadap empat pilar Kebangsaan dan segera melaporkan kepada aparat keamanan setempat apabila terjadi hal dan gerak gerik yang mencurigakan di masyarakat supaya konflik bisa diredam sedini mungkin.
Dalam kesempatan tersebut juga dipilih ketua MUI periode 2015-2020 beserta jajaran pengurusnya melalui musayawarah mufakat, dengan Ketua MUI terplilih, H. Abdullah Aminuddin yang juga menjabat sebagai wakil ketua DPRD Blora.
Aminuddin menyatakan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dengan bersama sama mengawal program dan rekomendasi yang disepakati seperti bidang sosial keagamaan, dimana diserukan kepada umat Islam untuk berpegang pada ajaran Islam yang benar dengan dasar hablum minallah dan hablum minannas, dan mendorong organisasi yang beragama Islam unttuk meningkatkan syiar agama Islam. Begitu pula dalam bidang pendidikan, politik, hukum dan sosial budaya supaya berlandaskan ajaran agama yang baik.(ima)