BLORA,

Kementerian Agama Kabupaten Blora menggelar Sosialisasi Pengembangan Kurikulum Diniyah Takmiliyah se-Kabupaten Blora di gedung NU Blora Rabu (29/7) yang diikuti sekitar 70 peserta dari Kepala Madrasah Diniyah (Madin) dan Ponpes se-Kabupaten Blora.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Blora, Drs. H. Tri Hidayat yang diwakili oleh Kasubbag TU Kankemenag Blora, Drs. H. Dwiyanto, M.Ag, Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Blora, Cuk Suwartono dan Kasi PD Pontren, Fathul Himam, S.Ag, M.PdI.

Dalam  sambutanya, Kasubbag TU, Drs. H. Dwiyanto  mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh seksi PD Pontren karena saat ini Madin memang perlu untuk mengembangkan kurikulum sesuai kebutuhan dan tantangan zaman yang semakin meningkat.

Untuk itu, perlu dicari sumber rujukan yang baik supaya kurikulum pembelajaran para pengelola lembaga pendidikan keagamaan, khususnya Diniyah Takmiliyah di Blora bisa lebih seragam, terarah dan terprogram untuk lebih meningkatkan belajar mengajar.

Hal tersebut menurutnya akan lebih meningkatkan capaian kualitas santri madin karena kurikulum sudah didesain sebaik mungkin dengan optimalisasi nilai nilai keagamaan serta metode pembelajaran yang lebih menarik dan berwawasan komprehensif bagi santri.

“mari Madin dan pesantren yang ada di Blora lebih meningkatkan mutu kurikulum dan melakukan pembelajaran yang komprehensif sesuai perkembangan tuntutan zaman sehingga mampu menarik minat santri untuk belajar di madin”. Ungkapnya serius.

Madrasah Diniyah Takmiliyah, menurut dia, adalah pendidikan nonformal, tapi tidak dapat dipisahkan dengan undang-undang pedidikan dan sangat menunjang pembentukan karakter siswa, maka kurikulum pendidikan Madin saat ini harus dioptimalkan.

Sementara itu, hal senada disampaikan oleh Kasi PD Pontren, Fathu Himam,S.Ag, M.PdI bahwa   tujuan sosialisasi tersebut adalah untuk meningkatkan pemahaman para Kepala Diniyah dan guru dalam kurikulum Madrasah diniyah, Serta meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan kurikulum dalam bentuk perencanaan pembelajaran hingga sampai penilaian.

Ia menilai, masyarakat cukup antusias kepada pendidikan keagamaan, terbukti dengan Diniyah Takmiliyah terus berkembang. Karenanya ia beberpesan supaya para peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan baik supaya nanti menjadi corong untuk disampaikan kepada yang lain.

Himam  menambahkan, dengan sosialisasi pengembangan kurikulum tahun 2015 ini upaya penataan untuk tercapainya standarisasi pendidikan pada diniyah takmiliyah di Kabupaten Blora bisa menyentuh unsur paling mendasar, yaitu para pengelola lembaga pendidikan namun sasaran pada kegiatan ini masih pada Kepala Madrasah saja.

Karena itu, Pihaknya berharap nantinya akan ada tindaklanjut dengan Pemereintah melalui kegiatan Penyusunan Perda Keagamaan sebagai payung hukum kebijakan maupun kegiatan Bintek dan pendampingan bagi guru diniyah dalam penerapan kurikulum diniyah untuk tahun ajaran 2015/2016.

Ketua FKDT Blora, Cuk Suwartono juga memaparkan materi tentang rumusan tujuan kurikulum pembebelajaran  yang akan dicapai, antara lain melalui menetapkan  materi yang akan diajarkan , memilih  metode yang tepat, siapkan prasarana yang menunjang dalam pembelajaran, gunakan evaluasi yang mengacu pada ketercapaian tujuan yakni  berbasis pada kemampuan dasar siswa/santri,didasarkan pada pemikiran pemberdayaan santri, siap menghadapi tantangan kehidupan kini dan masa depan.

selain itu ada beberapa prinsip pengembangan kurikulum yang perlu diperhatikan yakni, kurikulum  berorientasi pada tujuan, relevansi (sesuai dengan kebutuhan dan keadaan masyarakat, pengembangan siswa dan ilmu pengetahuan), efisiensi dan efektivitas. (berorientasi kepada seberapa besar biaya dengan hasil yang dicapai dan seberapa lama waktu yang diperlukan dikaitkan dengan tujuan yang telah dicapai,  fleksibelitas ( keluwesan program bagi murid dalam menempuh program belajar dan guru dalam mengembangkan program pengajaran,  berkesinambungan antara satu bidang studi dengan bidang studi lain, serta antara kelas dan jenjang satu dengan kelas dan jenjang sesudahnya, keseimbangan antara semua mata pelajaran dan aspek-aspek prilaku yang ingin dikembangkan, keterpaduan antara unsur-unsurnya mutu ( berorientasi pada mutu).

Madrasah Diniyah Takmiliyah merupakan salah satu bentuk pendidikan Keagamaan menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem Pendidikan Nasional, Pengakuan sebagaimana dinyatakan dalam pasal 15 dan 30  UU Sisdiknas, dan menjadi tantangan bagi tenaga pendidik dan kependidikan.

“Guru madin hendaknya memiliki Kompetensi Pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi Profesional dan kompetensi sosial serta kita buat kurikulum Madin yang seragam di kabupaten Blora” paparnya. (Ima)

 

 

Skip to content