BLORA,

Semua tokoh agama Islam mempunyai peran yang besar dalam peningkatan ukhuwah dan mendorong suksesnya program Kemenag Blora terutama pembinaan mental umat dalam segala aspeknya, sehingga sudah seharusnya upaya sinergitas antara pemerintah seperti Kementerian Agama Blora dengan tokoh Agama untuk selalu ditingkatkan.

Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Blora, dalam rapat koordinasi Tokoh Agama Islam se-Kabupaten Blora yang dihadiri oleh Kepala KUA Kecamatan se-Kabupaten Blora, Tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus Lembaga Organisasi Islam baik NU, Muhammadiyah, LPTQ, Badko TPQ, majlis Ta’lim, dan penyuluh agama Islam pada kamis (10/9) di Aula Kankemenag Blora.

Tri Hidayat berpesan agar para tokoh agama selalu mengutamakan prinsip meningkatkan pembangunan moral masyarakat yang akhir akhir ini mengalami dekadensi (kemerosotan-red) demi menuju masyarakat yang bermartabat, bermoral dan menjunjung kerukunan menuju baldatun Thoyyiban Warabbun Ghofur.

Tri juga berpesan bahwa para pimpinan beserta pengurus Organisasi Islam harus terus melaksanakan tanggungjawabnya dalam membina umat muslim sekaligus membantu pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama mewujudkan Visi dan misi untuk terwujudnya Masyarakat Blora yang rukun, cerdas, mandiri dan sejahtera lahir batin” sehingga suasana daerah masyarakatnya selalu aman dan damai.

Hal senada disampaikan oleh Kasi Bimas Islam, Drs. H. Maspuin, M.PdI yang menyampaikan hendaknya para tokoh agama dan Kementerian Agama senantiasa bersinergi dan saling memberikan masukan dalam penyelesaian program kerja demi kelancaran dan evaluasi pembangunan mental dan moral masyarakat.

“ kami perlu bersinergi dan bekerjasama utuk mensukseskan semua program dalam pelayanan masyarakat dan menjaga moral masyarakat”paparnya serius.

.Ketua MUI Blora, KH Muharror Ali juga menyatakan sangat mendukung program Kementerian Agama untuk selalu menjaga ukhuwah umat Islam, membina moral masyarakat dan toleransi antar umat beragama supaya terwujud suasana damai dan kondusif selalu.

Selain itu, perlu adanya peningkatan pemahaman dan saling pengertian  antar umat beragama dari tokoh agama maupun semua anggota yang terlibat langsung dalam organisasi ini, sehingga  semua permasalahan terjadi sewaktu-waktu bisa diatasi dengan baik.

“Mari kita menunjukkan nasionalisme dalam mempererat hubungan kebersamaan sehingga situasi dan kondisi daerah ini sebagai zona damai terus kita pertahankan dan kami dari MUI akan sangat mendukung,” katanya.

Tujuan  dan sasaran ini bisa tercapai hanya ada suatu rasa kekeluargaan dan harus lebih optimal lagi dalam kinerja tugas dan tanggungjawab yang diemban.

“Tugas dan tanggungjawab ini memang cukup berat, karena perlu kerja ekstra demi membina hubungan baik di antara tokoh agama dengan pemerintah dan selalu bersinergi dalam segala aspeknya,” ujarnya.

Adapun Menurut Muharor, bahwa Seberapa banyaknya perbedaan dalam lingkungan masyarakat, maka tergantung dari masyarakatnya sendiri menilai tentang hakikat dari perbedaan tersebut dan tokoh agama berperan dalam membimbing umat dan organisasinya masing masing.

Konsep yang menyatukan seluruh masyarakat khususnya Indonesia adalah bhineka tunggal ika yang merupakan filosofi bangsa, maka Kesatuan dalam bingkai NKRI merupakan tatanan yang harus dijaga oleh segenap warga negara agar terciptanya toleransi antara umat beragama maupun sesama umat beragama dan umat beragama dengan pemerintah.(ima)

 

Skip to content