BLORA,

Bulan Syawal merupakan momentum untuk saling mempererat tali silaturahim antar sesama manusia dan sebagai evaluasi untuk senantiasa bermuhasabah terhadap semua kesalahan dan kekhilafan yang ada.

Selain itu, Syawal adalah bulan peningkatan seluruh aspek diri dan ibadah, termasuk rasa persatuan, kesatuan dan persaudaraan dalam keluarga besar dharma wanita persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora.

Demikian isi ceramah mauidhoh hasanah pemateri, Abdul Halim, Sag dalam acara halal bihalal dan pertemuan rutin Dharma wanita Persatuan (DWP) kankemenag Blora pada selasa (26/7) di Aula Kankemenag Blora.

Halim juga menyampaikan  bahwa tradisi halal bihalal penting dalam rangka mempererat tali silaturahim sertasarana untuk saling membuka diri dan memaafkan. Lebih dari itu, halal bihalal juga penting untuk menjaga nilai kemanusiaan.

Salah satu kunci untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan adalah dengan berbaik sangka dan mampu mengevaluasi diri, karena manusia itu mempunyai kecenderungan memuji dan itu dilakukan karena berdasarkan sikap baik sangka (khusnudhdhan) yang terkadang juga tidak sepenuhnya benar. Karenanya, sikap mengevaluasi diri penting sebagai cara agar seseorang tidak berbangga hati saat menerima pujian.

“Seseorang menilaimu dengan dasar baik sangka. Maka jadilah kamu orang yang mampu mencela dirimu sendiri (evaluasi), karena kamulah orang yang paling tahu tentang siapa sebenarnya dirimu”paparnya.

Dalam acara yang diikuti seluruh pengurus dan anggota DWP Kankemenag Blora, Ketua DWP kankemenag Blora, Sulati Tri Hidayat juga  menggarisbawahi pentingnya momentum halal bihalal sebagai sarana untuk memperbaiki relasi kemanusiaan dan menyelesaikan persoalan yang terkait dengan hak-hak sesama manusia (hukuk al adamy).

 “Persoalan yang menyangkut hak sesama umat manusia tidak bisa dinormalkan kalau tidak ada kerelaan dari masing masing,” pesannya.

Karenanya, Sulati juga atas nama Pengurus DWP mengucakan mohon maaf apabila selama ini terdapat salah dan khilaf atas segala kesalahan, baik disengaja maupun tidak.

Suasana halal bihalal semakin terasa khidmah manakala ditutup dengan kesediaan untuk saling memaafkan yang disimbolkan dengan saling bersalaman.

Halal bihalal ini merupakan rangkaian dari kegiatan DWP Kemenag selama Ramadan dan Syawal, dan  selama ini DWP sudah mengagendakan berbagai kegiatan rutin seperi santunan, pengajian bersama, bantuan kaum dhuafa dengan bekerjasama berbagai pihak dan mengucapkan terima kasih atas bantuan berbagai pihak.

Acara halal bi halal yang digelar pihaknya bertujuan mempererat Silaturrahim para istri ASN Kankemenag dan pihaknya  berharap dengan semakin kuatnya ikatan pengurus dan anggota DWP akan menghasilkan keharmonisan, kerukunan, keakraban bahkan dapat membantu terlaksananya visi misi Kemenag sesuai yang diinginkan.

Sulati  juga menilai sejauh ini kiprah DWP berjalan baik, hal ini ditopang dengan keaktifan para pengurus dan anggota. Beragam kegiatan telah terlaksana semisal bhakti sosial, arisan, maupun pertemuan bulanan yang diwarnai dengan pembinaan penambah wawasan dan keterampilan kaum ibu atau istri (ima)

Skip to content