BLORA,
Kasi Haji dan Umroh Kemenag Blora, H.Muhaimin, M.Si dalam pembinaan dan pemantapan Karu dan Karom menyampaikan beberapa fungsi dan tugas karu karom serta beberapa kebijakan dalam penyelenggaraan ibadah haji pada tahun ini seperti keamanan yang makin meningkat, dengan penambahan personil TNI Polri menjadi petugas di Arab Saudi, pengurusan pelayanan visa yang optimal dan lainnya.
Menurutnya salah satu fungsi Ketua yang penting adalah meneruskan informasi dalam bentuk apapun, baik berupa pengumuman ataupun petunjuk-petunjuk dari Karom ataupun Ketua Kloter/TPHI/TPIHI ke anggota regu masing-masing untuk keutuhan regu, aman dan lancar baik dalam perjalanan maupun dalam melaksanakan ibadah haji.
Selain itu, pihaknya meminta kepada seluruh ketua regu dan ketua rombongan agar mengikuti pembinaan tersebut dengan sebaik-baiknya demi untuk melaksanakan tugasnya dengan dilandasi keikhlasan dan kesabaran, ciptakan suasana jamaah yang kondusif nyaman dan tenang, Karu dan Karom harus mengenal anggotanya.
Selain itu, kebijakan tahun ini Keamanan dan Kesehatan menurutnya menjadi perhatian karena personil akan ditempatkan di daerah rawan bagi jamaah haji namun jamaah jga diminta mentaati peraturan supaya beberapa tragedi tidak terulang pada tahun ini.
Sementara itu, pemateri dari Kesehatan, dr. Soni Suharsono menyampaikan bahwa karu dan karom hendaknya bisa membantu dalam mengingatkan jamaah tentang pentingnya menjaga kesehatan karena banyak tantangan yang akan dihadapi pada musim haji tahun ini, yakni Pertama adalah cuaca, dibanding tahun lalu setiap tahun perbedaan bulan syamsiah dan qomariyah maju 10 hari.
Untuk itu hendaknya setiap jamaah mencatat kebutuhan dan daftar obat obatan yang dipersiapkan dalam melaksanakan ibadah haji dan dihimbau mensosialisasikan antisipasi cuaca panas bagi calon jamaah seperti menyediakan sprayer dan menghindarkan diri dari sengatan cuaca panas.
“kami snantiasa mengingatkan agar jamaah bisa membawa bekal perlengkapan kesehatan yang memadai karena cuaca tahun ini sehingga bisa dilakukan antisipasi dini pencegahan penyakit”ujarnya.
Panitia pemberangkatan haji dan Umroh, Imawan menyampaikan pemantapan Karu dan karom tersebut dilaksanakan selama dua hari (27-28 Juli 2016) , untuk hari pertama akan membahas tentang manasik haji dan masalah aktual yang disampaikan oleh Kasubbag TU Kankemenag Blora,Drs.H.Dwiyanto,M.Ag disambung dengan materi masalah pelayanan umum, pelayanan kesehatan dan bimbingan ibadah oleh dr.Soni Suharsono , dan diakhiri dengan materi akhlaqul karimah dan adat-istiadat serta budaya Arab oleh Tim dari Kankemenag Blora dan Urip Daryanto.
“tujuan pembinan pemantapan karu karom ini adalah untuk meningktkan kualitas pengetahuan dan pemahaman tentang tugas pokok karu karom sehingga nantinya mampu melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan diharapkan bisa mengkoordinir jamaah dan berkoordinasi dalam pelayanan jamaah haji” ungkapnya.
Selain itu, Kasubbag TU kankemenag Blora, Drs. H Dwiyanto Juga menyampaikan tentang hal aktual dan kebijakan haji yakni menyampaikan bahwa ada tiga hal penting yang harus dipersiapkan oleh calon jamaah haji sebelum berangkat ke tanah suci, yaitu: niat, materi serta fisik dan mental.
Manasik haji yang disampaikan oleh Kasubbag TU berjalan dua arah, di tengah-tengah penyampaian materi tentang rukun haji, wajib haji dan tata cara pelaksanaan ibadah haji, tidak sedikit peserta yang bertanya terkait ibadah dan kondisi di tanah suci.
Selain menyampaikan materi tentang fiqh haji, Dwiyanto juga berpesan kepada jamaah haji ketika nanti berada di tanah suci. “Jangan samakan kondisi di tanah air dengan di tanah suci, oleh karenanya saya berpesan agar bapak ibu dapat lebih ikhlas menjalani ibadah, sabar, qanaah, berhati-hati, serta memahami adat istiadat bangsa Arab. Semoga dengan itu semua ibadah haji yang bapak ibu lakukan menjadi haji mabrur”, tandasnya.
Kasubbag TU juga menjelaskan kepada peserta bahwa pemerintah sudah semaksimal mungkin memberikan yang terbaik bagi penyelenggaraan ibadah haji. Kalau ada yang kurang dari pemerintah mohon dimaafkan dan dimaklumi.
Penyampaian materi dilanjutkan oleh Tim Kemenag yang hadir yang menjelaskan tentang persiapan dari pemasangan bendera hingga masalah obat-obatan. Begitu juga penyampaian tentang Dinamika Pengalaman Karu dan Karom tahun 2015 lalu yang disampaikan langsung oleh Karu dan Karom bersangkutan.
Menurut laporan panitia pelaksana pada tahun ini kloter 39 sejumlah 355 jamaah dan lima petugas akan berangkat pada rabu (24/8) masuk embarkasi donohudan jam 8.00 WIB dan kloter 65 SOC sejumlah 148 jamaah akan bergabung dengan Rembang dan Jepara akan berangkat pada kamis (1/9) dan masuk embarkasi donohudan jam 15.00 WIB.(ima)