Blora. Bimas Islam Kemenag Kabupaten Blora bekerjasama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran ( LPTQ )Jawa Tengah di Gedung Pertemuan Setda Blora pada Sabtu( 15/10) 2016 mengadakan Pembinaan Hafidz hafidhoh dan Qori’ qori’ah calon kafilah Blora.

Tujuan pembinaan adalah agar peserta mendapat bimbingan, arahan dan  persiapan yang matang  dari pembina LPTQ  agar calon kafilah bisa siap dalam mengikuti lomba musabaqoh Tingkat Jawa Tengah, yang mana Kabupaten Bloraakan menjadi tuan rumah (ketempatan) untuk MHQ Tingkat Jawa Tengah yaitu pada tanggal 1 s/d 3 Nopember 2016.

Acara Pembinaan dihadiri Ketua LPTQ Jateng dan Rombongan, Kasi Bimas Islam Blora, para Pokjalauh (Kelompok Kerja Penyuluh) dan para peserta pembinan Hafidz hafidzah dan Qori’ qori’ah se-Kabupaten Blora.

 Dalam sambutannya,  Kasi Bimas Islam Blora memohon agar Ketua LPTQ Jateng memberikan Pembinaan dan arahan untuk para kafilah dan Pembina LPTQ Blora supaya mempunyai persiapan mental maupun fisik yang baik.

 “Untuk MHQ Jateng  pembukaan dilaksanakan 2 Nopember 2016 di Alun-alun kota dan sebelumnya ada Pawai Ta’aruf. Musabaqoh di 3 majlis yaitu di Pendopo, gedung Sasana Bhakti dan di  gedung Pemda. Semua kafilah akan ditempatkan di 9 hotel yang ada di Blora”’ demikian ujar  Drs. H Masfu’in, MPd.I

Sementara itu Ketua LPTQ Jawa Tengah, Drs. H Ahyani, MSi mengharap mudah-mudahan acara Pembinaan ini membawa manfaat dan bisa menyamakan persepsi baik di Cabang Tilawah maupun Hifdzil Qur’an. Melalui  pembina yang bagus baik tingkat daerah atau nasional maka akan mendapatkan seorang tilawah/hafidz yang baik pula. Mereka para juara akan memberikan sugesti dan ilmu yang mereka punya. MTO di Tingkat Provinsi diselenggarakan di daerah-daerah agar daerah bisa mengembangkan LPTQ.

“Penyuluh perlu mendampingi  Lembaga PTQ untuk mengarahkan siswa untuk membaca dengan baik.  Membina kualifikasi yang dibutuhkan bukan sekedar benar membacanya. Orang biasanyamampu membaca dengan baik, tapi perlu dikembangkan atau dipoles agar  lebih bagus’, demikian ungkap Ahyani.

Dalam pembinaan oleh ustadzah Siti Badi’atul Firdaus, SPd.I  (Juara I MTQ Tingkat Nasional) dan Siti Zaitun, SPd.I membacakan Maqro’ Surat Ali Imron ayat 130-136. Ada 4 lagu standartbaik tingkat anak, remaja, atau dewasa kadang MHQ Tingkat Profinsi 3 lagu sudah cukup.

Menurut mereka, membaca Al Qur’an harus baik, benar dan indah (pakai variasi) sehingga bisa dirasakan orang lain. Maka itu harus dipoles, pakai gaya dan hendaklah dinikmati, dihayati juga ditadaburi  sehingga orang lain bisa menikmati . Dengan demikian orang lain bisa menikmati bacaan qur’an  yang baik, benar serta indah. “mari emmbaca Quran dengan baik dan benar sesuai makhraj dan bisa dengan berbagai variasi supaya lebih indah tapi tidak menghilangkan esesnsinya”ujar Badriyah serius. (ima/Kum)

 

 

 

 

Skip to content