BLORA,

Plt kepala Kankemenag Blora, Drs.h.Dwiyanto,M.Ag mempimpin rapat koordinasi penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan irjen (TLHP) kemaren (1/12) di Aula Kankemenag Blora.

Rakor yang diikuti oleh kasi kasi dan gara Syariah, pengelola keuangan, Bendahara, analis, perencana dan beberapa staf di lingkungan Kankemenag Blora tersebut dimanfaatkan untuk evaluasi kinerja dan membahas tentang beberapa permasalahan terkait temuan dan pemeriksaan Irjen beberapa bulan kemaren.

Dwiyanto menyampaikan bahwa tata pemerintahan yang baik, sangat erat kaitannya dengan reformasi birokrasi,penegakan hukum, peningkatan kualitas layanan publik, perubahan pola pikir dan budaya kerja menjadi lebih produktif, efisien dan efektif.

Untuk itu, Kementerian Agama yang mendapatkan tugas membangun masyarakat Indonesia di bidang agama harus mampu sebagai pengawal moral berharap agar dalam rangka menciptakan tata pemerintahan yang baik harus menetapkan arahan yang berfokus pada:1.Sistem Compliance, yakni semua program dan kegiatan lembaga dilakukan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.2.Sistem Perfomance, semua program dan kegiatan lembaga diarahkan untuk mencapai kinerja lembaga yang optimal sesuai dengan tugas dan fungsinya. 3.Sistem Accountability, semua program dan kegiatan lembaga dapat dipertanggung jawabkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, sehingga berbagai  Sorotan masyarakat terhadap kinerja Kementerian Agama mengharuskan membuat kita untuk senantiasa berbenah diri, baik dalam hal tunjangan kinerja, pelayanan nikah dan lainnya.

“tujuan dari Rakor ini agar penyelesaian tindak lanjut temuan Irjen berjalan secara terkoordinasi, efektif, dan efisien. Serta percepatan penyelesaian tindak lanjut yang tepat dan sistematis, untuk mewujudkan Kemenag Blora yang bersih dan bebas dari KKN menuju kinerja yang lebih baik lagi”tuturnya serius.

“maka segala temuan yang ada mohon untuk segera ditindaklanjuti dan segala yang kurang baik menjadi evaluasi kita bersama dan yang sudah baik mari kita tingkatkan bersama”tandasnya.

Dwiyanto menyampaikan bahwa  dalam melaksanakan program dan pengelolaan anggaran harus memperhatikan empat pilar sukses, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan pemeriksaan. “Dalam banyak kesempatan saya selalu tekankan hal ini sebagai pengingat atau penekanan agar kita dapat mencapai target yang maksimal dengan baik”, tegasnya.

 
Selain itu, menurutnya bahwa penerapan Sistem Pengendalian Internal Pemerintahan (SPIP) harus benar-benar dapat dilaksanakan dengan baik. “Untuk menjaga performa atau kinerja kita dengan baik, maka controling system harus top-down. Pimpinan harus hadir dalam setiap pengambilan kebijakan agar seluruh pengelolaan anggran dan program dapat dikontrol dengan baik”, terangnya.
 
Sehingga, imbuhnya, sosialisasi SPIP harus terus dilakukan dan menjadi budaya kerja demi perbaikan kinerja.

“kita sudah mendapatkan tunjangan kinerja sehingga seharusnya kinerja kita juga semakin membaik dan harus disiplin”pungkasnya. (ima)
 

Skip to content