BLORA,

Untuk meningkatkan akurasi data lembaga keagamaan tahun 2017,Seksi Pendidikan  Diniyah dan  Pondok Pesantren Kankemenag Blora menggelar sinkronnisasi data keagamaan melalui EMIS kemaren (19/10) di Gedung Mr Green Blora yang diikuti oleh operator data Madin, TPQ, dan  pondok pesantren Kecamatan se-Kabupaten Blora.

Kepala Kankemenag Blora, Nuril Anwar menyampaikan urgensi akurasi data lembaga pendidikan keagamaan non Formal baik Pondok pesantren,TPQ, dan madin karena sebagai bahan acuan untuk mengambil kebijakan strategis baik untuk proses penganggaran maupun program lainnya.

Untuk itu, pihaknya sangat mengharapkan operator EMIS maupun pimpinan lembaga keagamaan non formal yang ada di Kabupaten Blora mengisi data secara akurat dan valid dengan salin bersinergi dan berkoordinasi satu sama lain sehingga kebijakan pengembangan lembaga keagamaan juga akkan berjalan dengan baik.

“mari kita akurasikan data lembaga keagamaan baik madin,TPQ, maupun Pontren dengan   baik sebagai upaya penyusunan kebijakan startegis secara baik dan tepat”paparnya serius.

Selain itu, pihaknya juga mempunyai program untuk melakukan akreditasi lembaga keagamaan non formal sehingga nanti  masing masing lembaga mempunyai nilai yang berbeda tergantung kualitas lembaga keagamaan masing masing sehingga terdapat standar bagi upaya kemajuan lembaga keagamaan.

Selanjutnya, Nuril Anwar juga menyampaikan kebijakan strategis yang dilakukan PD pontren dalam pengembangan lembaga keagamaan ke depan.

Hal senada diungkapkan oleh Kasi PD Pontren, Fathul Himam,M.PdI bahwa setiap kawedanan masing masing daerah sudah terdapat koordinator dalam pengelolaan data sehingga diharapkan peran serta pro aktif koordinator tersebut untuk mengisi data secara valid dan akurat, diimbangi dengan kesadaran masing masing pimpinan lembaga keagamaan terhadap pentingnya data tersebut.

Apalagi menurutnya, saat ini guru sudah mendapatkan insentif dan bantuan operasional baik dari pemkab maupun Kemenag, sehingga hendaknya diimbangi dengan kewajiban dalam penyediaan data yang valid dan akurat.

“peran validasi sangat penting sehingga kami harapkan masing masing lembaga keagamaan mempunyai kesadaran dalam mengirimkan data sesuai kesepakatan yang ada karena kami akan memantau secara langsung begitu pula kami akan dipantau dari kanwil maupun pusat”ungkapnya.

“Data yang valid menunjukkan kinerja yang terukur sehingga apabila lembaga lain memerlukan dalam penysuunan program dan anggaran seperti Bappenas, bappeda, BPS dan lainnya untuk progres pembangunan, PD pontren sudah siap dengan data yang valid”imbuhnya.

Fathul himam juga melakukan kroscek dan sinkronisasi data lembaga keagamaan sehingga bisa terpantau lembaga yang sudah mengirimkan dan belum mengisi untuk evaluasi secara bersama.

Sekitar 80 peserta yang hadir dengan penuh antusias menyampaikan alasan, kesulitan dan kelemahan dalam penyajian data masing masing sehingga menjadi masukan dan dicari solusi bersama untuk upaya penyajian data yang valid, konsisten dan tepat guna.(ima)

Skip to content