Blora – Indeks tingkat literasi masyarakat Indonesia masih berada pada level “sedang”. Di lain sisi, hasil survei APJII yang menyatakan bahwa ada sekitar 73,7% populasi di Indonesia adalah pengguna internet dan sosial media. Dengan kata lain, bangsa Indonesia telah semakin intensif menggunakan ruang digital dalam kehidupan sehari-hari.Dengan kata lain, semakin intensif menggunakan ruang digital ada tantangan terkait konten negatif seperti hoaks, disinformasi, konten pornografi atau perjudian. Terlebih di era digital menuntut untuk serba Go-digital termasuk dalam aspek Pendidikan.
Oleh karena itu, pada Senin (26/7) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia bekerja sama dengan Kanwil Kemenag Prov. Jateng dan Siber Kreasi menggelar kegiatan Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Blora dengan mengusung tema “Strategi Membangun Kecakapan Digital Bagi Pengajar”.
Webinar ini dilaksanakan pada Senin, 26 Juli 2021 pada pukul 09.00 WIB, secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting. Acara ini dimoderatori oleh Dwiky Nara serta dibuka dengan mendengarkan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Kegiatan ini mengundang empat orang narasumber yang profesional dalam bidangnya, yaitu Imam Alba selaku Direktur Lembaga Penelitian dan Aplikasi Wacana (LPAW),Imam Wahyudi Direktur Content Creative Indonesia, H. Suyanto, S.Ag., M.Pd.I selaku Pengawas Madrasah Kantor Kemenag Kab. Grobogan dan H. Agus Mahasin, S.Pd.I., MELM selaku Kasi Guru Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Prov. Jateng.
Mengawali kegiatan webinar tersebut, dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kakanwil Kemenag Prov. Jateng Musta’in Ahmad dan sambutan dari Bupati Blora, Arief Rohman.
“Saya ingin mengajak guru, tokoh agama, siswa-siswi dan santri serta ASN di lingkungan Kementerian Agama untuk berpartisipasi aktif di dalam belajar transformasi digital termasuk dalam kegiatan webinar agar kita semakin cakap digital.” ucap Kakanwil Kemenag Prov. Jateng
Sebagai pemateri pertama,Imam Alba membahas tentang Keamanan Digital. Pada kesempatan ini, Imam menyampaikan kepada peserta webinar bahwa sebagai pengguna internet, hendaknya mengetahui tentang keamanan dalam dunia digital. Misalnya dengan melakukan autentikasi akun agar terhindar dari bahaya penyalahgunaan data.
Kedua, Imam Wahyudi selaku Direktur Content Creative Indonesia menyampaikan bahwa sebagai pengajar yang mengajar secara daring di era pandemi perlu memperhatikan materi yang disampaikan kepada peserta didik agar dapat dipahami. Selain itu juga, pendidik perlu tahu kekurangan dan kelebihan dari metode ajar yang disampaikan sebagai bahan evaluasi. Pada kesempatan tersebut, Wahyudi juga memaparkan bagaimana tips membangun kecakapan digital kepada pengajar.
Kemudian Suyanto memaparkan tentang bagaimana dampak pandemi covid-19 mempengaruhi pendidikan di Indonesia dan budaya digital. “Salah satu contoh kecil budaya digital yang diterapkan di Indonesia adalah tahu jam berapa dan kapan siswa dapat mengirimkan tugasnya, bagaimana menggunakan bahasa komunikasi digital yang baik saat berkirim pesan.” kata Suyanto
Ia berpesan kepada peserta webinar yang notabene adalah pengajar untuk melakukan inovasi dalam melaksanakan pembelajaran. Hal ini dibutuhkan untuk menarik minat siswa dalam belajar terlebih belajar secara daring dan dari rumah masing-masing.
Serta Agus Mahasin selaku Kasi Guru Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Prov. Jateng sebagai pemateri terakhir menyampaikan tentang bagaimana menjadi seorang pengajar di era digital agar dapat cakap bermedia, mengetahui etika bermedia digital dan beradaptasi dengan media di era digital (digital culture).
Acara webinar literasi digital ditutup dengan key opinion leader dari seorang content creator, Vania Yoanda dengan berbagi pengalamannya seputar dunia digital di era sekarang.
Sebagai informasi, Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (Humas Kemenag Blora)