BLORA,
Dalam rangka Memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama yang ke-70, Kementerian Agama Blora menggelar berbagai kegiatan sederhana dan khidmat antara lain lomba volly ball yang digelar di GOR Mustika Blora pada Senin (28/12) yang diikuti oleh jajaran pegawai, guru, pengawas, penghulu dan satker KUA dan Madrasah di lingkungan Kementerian Agama Blora yang menghasilkan Juara I dan II diraih dari tim KKMI Pendidikan Agama Islam, Juara III dari tim KUA .
Berbagai perlombaan lain juga digelar yakni lomba menyulam taplak meja oleh tim Dharma wanita Se-Kabupaten Blora yang dengan kreativitasnya telah memberikan penampilan keterampilan yang menarik di aula kankemenag Blora pada selasa (29/12). Selain itu, untuk lebih memeriahkan acara agar mendapat keberkahan, pada rabu (30/12) juga digelar santunan anak yatim dan tirakatan yang diwarnai oleh Khotmil Qur’an secara bersama sama, yang diikuti Sekitar 100 anak yatim dan jajaran pegawai kankemenag di aula Kankemenag Blora. Acara tumpeng sederhana sebagai simbol acara diwarnai dengan doa bersama dan khataman 30 juz Alqur’an diharapkan menjadi doa agar perjalanan Kementerian Agama Blora bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat dan Kemenag bisa mewujudkan kepedulian sosialnya terhadap sesama serta barokah Alquran bisa mewarnai perjalanan Kementerian Agama Blora.
Acara Jalan sehat bersama juga dilaksanakan pada kamis (31/12) dengan rute dari Kementerian Agama Blora Jl. Dr. Sutomo- alun alun Blora-Jl. Pemuda-Jl. Ah,ad Yani-Dr. Sutomo Blora.
Sekitar 800 pegawai kankemenag Blora dan guru baik dari MIN, MTsN, MAN dan madrasah swasta turut mengikuti acara jalan sehat tersebut dengan berbagai hadiah menarik yang diberikan antara lain 7 buah sepeda gunung, televisi, kipas angin, dan hadiah hiburan lainnya. Lomba kelereng bagi ibu ibu juga ikut memeriahkan acara tersebut sebagai permainan.
Acara Puncak Peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama Blora adalah upacara bendera pada minggu, 3 Januarai 2016 tepat pada hari kelahiran Kementerian Agama RI dilaksanakan di halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Blora yang diikut sekitar 450 peserta dan tamu undangan, dengan pembina upacara Kepala Kankemenag Blora, Drs. H. Tri Hidayat.
Hadir dalam acara tersebut seluruh pegawai baik Jabatan Fungsional Khusus atau Tertentu, guru, pengawas, kepala KUA, penghulu, penyuluh dan Kepala madrasah Swasta se-Kabupaten Blora.
Dalam sambutannya, Drs. H. Tri Hidayat menyampaikan sambutan dari Menteri Agama RI bahwa kementerian Agama yang lahir di tengah kancah revolusi membela kemerdekaan dan merubuhkan sendi sendi penjajahan mempunyai peran yang sangat signifikan dalam membangun moral masyarakat, sehingga keluarga besar Kementerian Agama Blora hendaknya bisa mensyukuri dan memaknai perjalanan tujuh puluh tahun kementerian ini dengan menjaga dan memelihara warisan para pendahulu serta mengembangkannya dalam menjawab tantangan kontemporer.
Eksistensi Kementerian Agama merefleksikan “hadirnya negara” untuk memberi jaminan terhadap kehidupan beragama dan kemerdekaan tiap – tiap penduduk untuk memeluk agamanya dan untuk beribadat sesuai keyakinan yang dianutnya, karena Negara Kesatuan Republik Indonesia sekalipun bukan negara agama, namun bukanlah negara sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan bernegara.
Negara melalui Kementerian Agama memfasilitasi pelayanan keagamaan bagi setiap warga negara secara adil dan proporsional, seperti pelayanan pencatatan nikah, talak dan rujuk, termasuk pada waktu itu peradilan agama, selain itu penerangan agama, pendidikan agama
pelayanan ibadah haji serta pembinaan kerukunan antar umat beragama.
Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama membawa pesan kepada kita semua untuk bersama sama mewujudkan supremasi nilai nilai keTuhanan dan keagamaan sebagai spirit pembangunan bangsa yang tidak dapat tergantikan Sesuai dengan tema “Meneguhkan Revolusi Mental Untuk Kementerian Agama yang Bersih dan Melayani”.
“ Peringatan Hari Amal Bakti diharapkan memperkuat komitmen aparatur Kementerian Agama terhadap Integritas, etos Kerja dan Gotong Royong di era revolusi mental sekarang ini” paparnya.
“Seiring dengan itu saya mengajak kita semua mari Mewujudkan lima nilai budaya kerja Kementerian Agama, yaitu Integritas, Profesionalitas, Inovatif, Tanggung Jawab dan Keteladanan”imbuhnya.
Setiap pejabat dan birokrat hakikatnya adalah pamong , khadim dan pelayan masyarakat , sehingga dalam beberapa tahun terakhir Kementerian Agama telah melakukan percepatan reformasi Birokrasi yang menghasilkan peningkatan kinerja cukup signifikan, dan Kementerian Agama telah menerapkan audit kinerja, meningkatkan akuntabilitas publik, menata kedisiplinan pegawai mencegah potensi terjadinya korupsi serta mengembangkan pelayanan berbasis teknologi informasi.
.
Perubahan harus dilakukan dengan membangun sistem, sebagaimana ungkapan bijak menyatakan, “Dalam sistem yang baik, orang yang tidak baik menjadi orang baik.
Tapi dalam sistem yang buruk, orang yang baik bisa menjadi tidak baik.”
Semua langkah dan upaya Reformasi Birokrasi bukan saja untuk meminimalisir penyimpangan dan malpraktik birokrasi , tetapi sekaligus untuk menciptakan lingkungan positif bagi setiap orang untuk Berkarya dan berprestasi sesuai bidang dan kompetensi nya.
Birokrasi dituntut untuk berpikir out of the box serta melakukan perubahan guna meraih kebaikan dan kemaslahatan yang lebih luas. Sebagai institusi yang membawa nama “agama”, orientasi kerja sebagai pejabat dan aparatur Kementerian Agama haruslah Mencerminkan kemuliaan agama. Para pejabat dan aparatur Kementerian Agama di manapun harus bisa
Menjadi teladan dan contoh tentang kejujuran,sikap amanah, karakter dan perilaku baik di tengah masyarakat dimana antara kata dan perbuatan haruslah sejalan
.
Dari waktu ke waktu tantangan kehidupan bangsa dan pembangunan bidang agama semakin kompleks seiring perubahan masyarakat yang sangat dinamis dalam lingkup nasional dan global, seperti fenomena liberalisme, materialisme dan ekstrimisme yang me rasuk ke dalam tatanan kehidupan bangsa kita bila tidak diantisipasi bisa menjadi ancaman terhadap kehidupan
beragama, ketenteraman keluarga dan stabilitas .masyarakat.
.
Sejalan dengan visi Kementerian Agama, yaitu “Terwujudnya masyarakat Indonesia yang taat beragama, rukun, cerdas, dan sejahtera lahir batin dalam rangka mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.”, maka strategi
Pembangunan bidang agama dan pembinaan kerukunan antar umat beragama diarahkan
pada upaya membina, melindungi, melayani dan memberdayakan umat beragama serta mendukung kegiatan keagamaan.
Menyangkut kerukunan antar umat beragama Indonesia menjadi contoh bagi negara lain dalam mengelola kemajemukan, dimana pengembangan konsep toleransi dan kerukunan beragama
di negara kita dilakukan tanpa membenturkannya dengan kemerdekaan memeluk agama
dan keimanan masing masing agama.
.
Kementerian Agama ke depan perlu mempertajam fokus program dan memperkuat
Sinergi dengan segenap pemangku kepentingan, karena Kementerian Agama yang memiliki
satuan kerja (satker) paling banyak di antara semua kementerian/lembaga memberi kontribusi
yang besar terhadap kesejahteraan bangsa, pembangunan manusia dan kebudayaan Indonesia.
.
Program program Kementerian Agama memberi andil yang besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa seperti peningkatan mutu madrasah, tata kelola Pondok Pesantren dan peningkatan pendidikan agama dan keagamaan dan lainnya.
Pendidikan agama di Indonesia bukanlah penghambat modernisasi dan toleransi, tetapi justru
Pendorong kemajuan dan perekat integrasi bangsa, dimana Kementerian Agama bahkan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengaturan pengelolaan zakat, wakaf, pengelolaan dana haji serta potensi ekonomi keagamaan lainnya.
Salah satu masalah sosial yang kini dihadapi bangsa dan terkait dengan peran Kementerian agama ialah penanganan rapuhnya ketahanan keluarga yang terlihat dari tingginya angka perceraian. Untuk itu mulai tahun ini Kementerian Agama meluncurkan program Kursus
Pranikah bermitra dengan organisasi masyarakat, seperti BP4, organisasi keagamaan dan lainnya.
Kita semua menyadari kualitas keluarga menentukan kualitas bangsa, sehingga perlu memupuk idealisme dan semangat bekerja, mengasah modal intelektual, kepekaan sosial, Memperkokoh persaudaraan dan penghayatan spirit Ikhlas Beramal sebagai landasan keluhuran kerja.
“Tunjukkan keprofesionalan dan keteladanan dalam bekerja sebagai ibadah, karena wajah Kementerian Agama adalah wajah umat dan wajah kita semua”pungkas Tri Hidayat.
Kepala kankemenag Blora juga mengharapkan Kementerian Agama bisa melakukan refleksi dan evaluasi kinerja di 2015 untuk meningkatkan kualitas kerja yang lebih baik di 2016 nanti. (ima)
.