BLORA,

Diversifikasi atau pengelompokan madrasah menjadi tiga kelompok merupakan upaya alternatif bagi peningkatan mutu madrasah yang ada saat ini, yakni madrasah dengan prestasi akademiknya, madrasah dengan kejuruan atau keterampilannya dan madrasah dengan pemahaman agamanya (tafaquh fiddin-red).

Demikian disampaikan oleh Direktorat Jenderal (Dirjen)  Pendidikan Madrasah Kemenag Pusat, Prof. Dr. Phil. Nurkholis Setiawan, MA dalam acara seminar Nasional yang bertema “Arah dan Kebijakan Pemerintah Dalam Menghadapi Tantangan  Pendidikan Madrasah” pada sabtu (5/9) di Pendopo Bupati Blora.

Nurkholis menjelaskan bahwa melalui prestasi akademiknya, madrasah akan mampu bersaing dengan sekolah umum lainnya, seperti sains, teknologi dan lainnya sehingga siswa harus mempunyai proyeksi pendidikan lanjutan untuk di tiap jenjangnya baik MI, MTs maupun Aliyah sesuai prestasi yang diraihnya.

Selain itu, sesuai PMA no. 90 tahun 2012 disebutkan bahwa mulai tahun 2016 akan diupayakan munculnya madrasah yang berbasis kejuruan dan keterampilan sehingga siswa memiliki bekal untuk bekerja dimana madrasah harus berupaya menjalin kermitraan dan jaringan dengan instansi ataupun perusahaan yang diperlukan.

Begitu juga Madrasah yang berbasis pesantren dan lebih mengkhususkan pada pemahaman agamanya (tafaquh fiddin) seperti penguasaan bahasa Arab yang komunikatif atau dibutuhkan dalam masyarakat nasional maupun Internasional.

“Madrasah silahkan memilih mana dari tiga model kelompok itu yang lebih ditekankan untuk diadopsi sehingga arah peningkatan dan sasaran kualitas outputnya jelas melalui komunikasi dengan berbagai pihak”terangnya.

Nurkholis juga memaparkan  bahwa saat ini perguruan tinggi seperti UIN diharuskan untuk membuka peluang 15 persen murid lulusan madrasah untuk mendapatkan beasiswa bidik misi, sehingga kualitas siswa dalam lima tahun kedepan bisa terukur secara baik melalui roadmap pengembangan madrasah.

Selain itu, kualitas SDM guru madrasah juga perlu ditingkatkan melalui berbagai progam Up grading mutu guru madrasah supaya wawasan, skill dan keterampilannya meningkat baik dalam proses pembelajaran maupun mindset mendidik anak dan mengelola madrasah.

“ Selain diversifikasi, grand desain kami lainnya yakni merencanakan program dengan Bappenas  melalui penganggaran 24 trilyun untuk lima tahun mendatang guna peningkatan kapasitas buliding guru madrasah”lanjutnya serius.

Nurkholis memaparkan bahwa guru madrasah saat ini sebanyak 683.75 atau 84 persen adalah guru Non PNS, dan dari 76.551 madrasah hanya terdapat 3882 Madrasah Negeri sehingga 9, 7 persen madrasah adalah milik masyarakat, maka Pemerintah perlu untuk mengapresiasinya melalui pemberian kontribusi bantuan sarana prasarana ataupun penganggaran untuk peningkatan mutu pendidikan madrasah.

Pria asal Kebumen  tersebut juga menjelaskan bahwa Kemenag sedang berusaha menyusun Indeks Pelayanan Pendidikan untuk memetakan kualitas peserta didik pada madrasah dan saat ini masih terkendala anggaran pendidikan yang belum optimal.

Adapun upaya memberikan anggaran pendidikan bagi madarasah bisa dilakukan melalui pengalokasian dana sebelum ditransfer ke daerah, atau membuat tafsir terhadap UU  Otonomi Daerah, yakni UU No. 23 tahun 2014 melalui Peraturan Pemerintah, dimana Pemerintah Daerah wajib mengalokasikan anggaran pendidikan dalam hal penentuan Standar pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi acuan ketika memperbanyak proporsi anggaran pendidikan.

“selain itu melalui adanya sertifikasi diharapkan guru juga memperhatikan beban kerjanya yang harus mengacu pada aturan dan ketentuan yang ada”pungkasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Blora, Drs. H. Tri Hidayat menyampaikan hendaknya  saat ini madrasah mampu bersaing dengan sekolah umum lainnya dan mengapresiasi atas pelaksanaan Seminar yang dilaksanakan oleh seksi pendidikan Madrasah bersama guru Madrasah sebagai peningkatan wawasan dan informasi bagi sekitar 700 guru madrasah yang hadir.

Hal senada diungkapkan oleh Bupati Blora Melalui Kepala Dindikpora, Achmad Wardoyo, M.Pd bahwa Madrasah harus ditingkatkan kualitasnya mengikuti perkembangan sains dan teknologi saat ini.(ima)

Skip to content