Blora,
Dharma wanita persatuan (DWP) kankemenag Blora harus bisa memahami perannya dengan memperhatikan makna perjuangan kebangkitan nasional yang telah diraih pahlawan dengan menjalankan fungsinya sebagai wanita yang berkiprah di masyarakat, keluarga dan agama.
Untuk itu,program DWP hendaknya lebih realistis untuk menunjukkan bahwa ibu tidak hanya mempunyai peran sebagai ibu dalam keluaraga tetapi juga dalam ranah publik mempunyai peran signifikan sehingga bisa dirasakan kemanfaatannya dalam membangun generasi masyarakatyang berakhlak dan bermoral melalui seminar, workshop, pelatihan dan peningkatan wawasan gender bagi kaum perempuan.
“Hari kebangkitan mari kita maknai sebagai bangkit dari kelemahan dan ketidakberdayaan dengan mengoptimalkan peran mendidik generasi muda kita dan membentengi anak dari penaruh negatif pergaulan serta meningkatkn kompetensi dan wawsasan sesuai kebutuhan perkembangan zaman” ujar Ibu Ketua DWP Kankemenag Blora, Sulati Tri Hidayat dalam acara pertemuan rutin DWP pada Selasa (24/5) di Aula kankemenag Blora.
Sulati mencontohkan bahwa peran ibu dalam mendidik tidak hanya sebatas keluarga tetapi juga dalam ranah publlik organisasi masyarakat dan lainnya bisa juga berperan aktif dan optimal sehingga kemanfaatan wanita bisa diberdayakan dengan baik.
Sulati juga menambahkan menjelang Ramadhan hendaknya bisa saling meningkatkan ketakwaan dan memperdalam ilmu agama supaya bisa bermakna ibadah yang baik dengan senantiasa menjaga sikap, lisan dan perilaku yang bisa dicontoh bagi keluaraga dan lingkungan sekitar .
Acara dilanjutkan dengan pengarahan dan informasi tentang tabungan dan simpanan dari pegadaian dengan arisan secara rutin. (Ima)