Blora,
Kementerian Agama Blora turut berupaya menerjunkan penyuluh baik PNS maupun Non PNS dalam memberikan pembinaan mental, pembinaan dan mendampingi (konseling) bagi para eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang telah kembali ke kampung halamannya, yakni diketahui merupakan warga di Desa Bogowanti Kecamatan Ngawen.
Kepala Kantor Kementerian Agama Blora, Drs. H. Tri Hidayat menyampaikan bahwa pihaknya sudah menghimbau kepada Kasi Bimas Islam untuk menindaklanjuti surat Edaran Kakanwil Jatang untuk menerjunkan penyuluh dalam upaya membina mental eks gafatar yang ada di Blora dengan koordinasi bersama pihak terkait, dan segera melaporkan perkembangan dan penyimpangan di lapangan.
“Fungsi Penyuluh kami adalah memulihkan mental dan memberikan pencerahan tentang ajaran agama yang baik, supaya mereka kembali pada ajaran yang benar, selain upaya pemantauan lebih lanjut terhadap kondisi psikis dan mentalnya Warga yang kena paham gafatar tersebut” terangnya.
“selain itu sebanyak 295 penyuluh non PNS kami yang ada di tiap desa dan 14 Penyuluh PNS juga akan kami minta untuk memberikan penyuluhan intensif dan memantau perkembangan apakah terdapat peyimpangan agama seperti eks gafatar di lapangan atau tidak dan sejauh apa kondisi moral, dan pemahamannya terhadap agama kalo perlu rutin melakukan konseling ke masyarakat” lanjutnya
Adapun berdasarkan laporan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Blora dan lembaga pemerintah lainnya bahwa warga Desa Bogowanti Ngawen tersebut sudah berada di Boyolali selama beberapa hari dan sudah dilakukan pembinaan sebelum dijemput oleh pihak kecamatan dan petugas terkait.
Kepala desa Bogowanti, Suyitno juga menyatakan bahwa pasangan eks gafatar tersebut merupakan pasangan suami istri Suwardi dan Titin Mariati, yang masing masing kelahiran tahun 1981 dengan memiliki dua orang anak bernama Dini Nurhayati kelahiran tahun 2004 dan Muhmamad Dewan Setiawan kelahiran tahun 2009.
“Istrinya itu asli Lampung, mereka sama-sama perantauan di Jakarta, lama tidak pulang. Kami nanti bersama pihak terkait seperti Kemenag Blora juga ingin melakukan pembinaan lebih lanjut” tandasnya.
Kasi Bimas Islam, Drs. H. Maspuin menandaskan memang akhir akhir ini banyak ditemukan ajaran yang menyimpang dan penyuluh sudah diadakan pembinaan untuk selalu melakukan penyuluhan di masyarakat tentang ajaran Islam yang benar dan melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi.
“adapun kalo sudah terdapat kasus seperti ini kami akan lebih intensif untuk berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membina warga tersebut ke jalan agama Islam yangbenar: tandasnya serius. (ima)