Blora,

Bertempat di aula  Kantor Kementerian Agama Blora pada kamis (14/1) diselenggarakan rapat koordinasi dan evaluasi penyerapan anggaran 2015  dan program kerja tahun 2016 yang diikuti oleh Kepala Kankemenag, Kasubbag TU, kasi kasi dan gara syariah, bendahara, dan perencana.

 

Dalam kesempatan tersebut, kepala kankemenag Blora, Drs. H. Tri Hidayat menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan hendaknya bisa dilaksanakan dengan prinsip efektif, efisien dan tepat sasaran serta berhasilguna.

 

Untuk itu, semua seksi hendaknya mengikuti aturan yang ada terkait mekanisme pencairan anggaran, evaluasi program yang kurang optimal dalam penyerapannya dan melaksanakan program sesuai prioritas kebutuhan Kankemenag.

 

“mari kita optimLKn kinerja pencapaian program dari hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun 2015 ini dan berharap upaya perbaikan di tahun 2016” paparnya.

 

Sementara itu, kasubbag TU Kankemenag Blora, Drs. H. Dwiyanto, M.Ag menyampaikan serapan anggaran pada tahun ini mencapai 87 persen dengan tingkat kelebihan terbesar adalah Pendis yang mencapai 10 milyar dari tunjangan profesi, untuk itu hendaknya bisa menjadi evaluasi supaya antara perencanaan dan kebutuhan anggaran serta akurasi kebutuhan data dari seksi perlu perbaikan sehingga bisa mencapai kebutuhan riil yang baik.

 

Selain itu, adanya sisa anggaran yang belum optimal bisa menyebabkan punishment yang berakibat buruk bagi peningkatan kinerja dan tercapainya program kegiatan.

“ untuk itu, kami mohon supaya hal yang belum optimal seperti operasional perkantoran bisa lebih ditingkatkan penyerapannya dan perlu kebersamaan untuk membuat rencana program kerja yang baik pada tahun 2016” tandasnya serius.

Kepala  Seksi sebagai dan Gara Syariah serta Pejabat Pembuat komitmen pada masing-masing seksi mengutarakan pencapaian kinerjanya sebagai evaluasi kegiatan tahun 2015.

Kendala yang paling nyata dalam penyerapan anggaran yang tidak mencapai 100% dikarenakan banyak hal, diantaranya hasil revisi dan relokasi anggaran yang juknisnya sangat mepet dengan batas akhir pencairan dan adanya pemberian anggaran dari pusat yang tidak sesuai keperluan.

Untuk Prioritas Program tahun 2016 diutamakan untuk program-program yang bersifat strategis, untuk pelayanan masyarakat. Selain itu program menyengkut kepentingan publik ssperti Bantuan Siswa Miskin, BOS dan lainnya  tahun yang lalu juga menjadi prioritas yang perlu diutamakan.

Selain itu pelaksanakaan Dipa 2016 juga  mengoptimalkan penggunaan anggaran operasional, artinya meski terbatas tetap harus mengcover kebijakan yang ada.(ima)

 

Skip to content