BLORA. Kapolres Blora AKBP Surisman SIK kemaren (1/12) mengumpulkan Tokoh Agama, Tokoh Adat, dan Tokoh Masyarakat sebagai upaya Pencegahan Konflik Sosial di Kabupaten Blora. Dalam pertemuan itu Kapolres meminta kepada warga Blora agar tidak ikut-ikutan melakukan demo 212 ke Jakarta, 2 Desember besok dengan dalih aksi damai Bela Islam kedua.

 

“Ormas yang mempunyai massa agar menyampaikan ke masyarakat agar tidak ikut-ikutan melakukan aksi ke Jakarta sehingga tercipta situasi Blora selalu kondusif. Kami dari Polri dan TNI akan berusaha melakukan tindakan pencegahan jika ada yang mau berangkat,” ujar Kapolres.

 

Ia menyampaikan bahwa jika ingin melakukan unjuk rasa boleh tetapi jangan ke Jakarta. Ia mengajak semuanya untuk menciptakan situasi Blora yang kondusif. “Jangan sampai kejadian dugaan penistaan agama menjadi pemecah belah bangsa. Mari kita perkuat Kebhinekaan,” lanjutnya.

 

Terkait dengan penggunaan media sosial, ia berpesan agar tidak mudah menyebarkan berita negatif dan provokatif. Pengguna media sosial harus etis dan tidak boleh menyinggung perasaan orang, jika melanggar akan dikenakan UU ITE.

 

“Saya berharap melalui kegiatan ini dapat merajut kebersamaan dan kebhinekaan, tidak ada lagi yang berusaha memecah belah bangsa. Mari kita berkomitmen NKRI harga mati,” pugkasnya.

 

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Blora H.Bambang Susilo, Plt.Sekda Kabupaten Blora Ir.Sutikno Slamet, Dandim 0721 Blora Letkol Inf Susilo S.Sos, jajaran Forkopimda,Plt kepala Kankemenag Blora,Drs.H.Dwiyanto,M.Ag Danramil dan Kapolsek beserta jajarannya.

 

“Masyarakat kita harus mewaspadai bahaya laten. Jangan sampai saudara kita dipakai alat untuk kepentingan kelompok-kelompok lain. Tokoh masyarakat, agama dan adat agar bisa mengkondisikan di daerahnya masing-masing untuk menciptakan situasi yang kondusif agar tidak mudah dipecah belah,” kata Plt.Sekda Blora saat dimintai keterangan.

 

Plt kakankemenag Blora, Drs.H.Dwiyanto,M.Ag juga menyampaikan bahwa masyarakat lebih baik menjaga suasana kondusif dan kenyamanan bagi kehidupan umat beragama supaya tercipta saling menghormati dan menghargai antar umat beragama. (ima)

 

Skip to content