BLORA,
Dana Bantuan Operasional (BOP) RA hendaknya dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas lembaga RA sehingga perlu dioptimalkan sesuai juklak dan juknisa yang ada dan jangan sampai disalahgunakan karena pemeriksaaan saat ini sudah semakin ketat.
Demikian disampaikan oleh Akhmad Suaidi, M.Pd, Kasi Kesiswaan Kanwil Kemenag Jateng dalam acara sosialisasi BOP RA pada senin (16/5) di Rm Jogelo Blora yang dihadiri oleh seluruh RA penerima BOP pada tahun 2016.
Suaidi menandaskan bahwaada beberapa problem yakni Kementerian Agama saat ini yang dalam beberapa kebijakan nya belum banyak berpihak pada pendidikan usia dini, padahal sesungguh nya kementerian Agama selaku pembantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang keagamaan sudah seharusnya memberikan kontribusi untuk mensukseskan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini berbasis keagaaman.
Untuk itu,solusi yang perlu dilakukan adalahMengembangkan prototype satuan pendidikan usia dini Menerbitkan KMA/PMA untuk penyelenggaraan pendidikan anak usia dini di lingkungan Kementerian Agama, Menyusun kurikulum pendidikan agama Islam dan Juknis untuk satuan pendidikan RA dan mempersiapkan pendidik dan tenaga pendidikan nya dan Memperbanyak jumlah RA untuk mendapatkan Bantuan Operasional Pendidikan ( BOP ).
Suaedi juga menjelaskan Aspek Pembiayaan BOP untuk Penyelenggaraan proses pembelajaran, seperti pembelian bahan abis pakai, buku buku acuan untuk pendidik, buku bacaan anak,ATK, pemantauan/deteksi tumbuh kembang dan kesehatan anak, seperti honor dokter kunjung,alat alat DDTK,pembelian obat obtan ringan, kotak P 3 K, Peningkatan gizi atau PMT ( Pemberian Makan Tambahan ), transport pendidik/mendukung dana pertemuan di Gugus PAUD, Bantuan Biaya masuk dan biaya administrasi anak .
“Dengan adanya program dana BOP, RA dituntut kemampuannya untuk dapat merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan biaya operasional lembaganya”pungkas Suaedi.
Kepala kankemenag Blora juga menandaskan manajemen BOP perlu dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional RA supaya lebih bermutu dan berdaya saing bagus dan RA mampu sejajar dalam peningkatan pendidikan anak usia dini. (ima)