Blog

  • Pelatihan Teknis Penilaian Kinerja ASN

    Blora – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora, H. M. Kafit, S.Ag., M.Pd membuka kegiatan Pelatihan Teknis ASN. Kegiatan ini digelar oleh Balai Diklat Keagamaan Semarang yang bertempat di MTs Ma’arif, Selasa (24/01/2023). Adapun peserta diklat terdiri dari Kepala Seksi, Kepala KUA, Kepala Madrasah, dan Perencana.

    Dalam sambutannya Kepala Kankemenag Kabupaten Blora M. kafit sekaligus membuka kegiatan, menyampaikan bahwa sesuai program Menag serapan anggaran sampai bulan Juli yang akan datang harus mencapai 70%.

    “Maka perlu penguatan kompetensi SDM, karena penguatan kompetensi merupakan kebutuhan,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa terkait dengan tujuh program prioritas Menteri Agama yaitu Moderasi Beragama, M. Kafit menyoroti bahwa di Kabupaten Blora cukup toleran dan kondusif.

    “Terkait moderasi beragama, di Kabupaten Blora masyarakatnya tidak ada yang radikal. Misalnya saja ada masyarakat Samin, alhamdulillah bisa hidup berdampingan,” tandasnya.

    Lanjutnya, M. Kafit menjelaskan bahwa di tahun 2022 Pemkab Blora telah membuat dan mengesahkan Perda Pesantren yang salah satu isinya tentang pengelolaan pendidikan keagamaan.

    “Sinergitas Kemenag dan Pemkab Blora Alhamdulillah terus berjalan. Dengan adanya Perda Pesantren ini dapat memberikan payung hukum kepada kami dalam pengelolaan pendidikan keagamaan di Kabupaten Blora” tegasnya.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perwakilan Kepala Balai Diklat Keagamaan Semarang, Hj Nikmatul Afiyah, M.Pd dan Narasumber dari BDK Semarang Dr. Muhlis, M.Ag.

  • Penjelasan Menag Soal Usulan BIPIH Tahun 1444H Melonjak

    Usulan BPIH 1444H Sudah Menghitung 30% Penurunan Paket Layanan Haji, Ini Penjelasannya

    Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief membenarkan bahwa Arab Saudi menurunkan paket layanan haji 1444 H sekitar 30% dari harga yang mereka tetapkan tahun 2022. Menurutnya, penurunan paket haji itu juga sudah diperhitungkan dalam usulan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1444 H/2023 M yang disusun pemerintah.

    Dijelaskan Hilman, yang diturunkan oleh Pemerintah Arab Saudi adalah paket layanan haji. Adapun yang dimaksud dengan paket itu adalah layanan dari 8-13 Zulhijjah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau yang biasa disebut juga dengan Armuzna atau Masyair.

    Untuk warga domestik, Pemerintah Arab Saudi menawarkan empat paket layanan Masyair tahun 1444 H/2023 M

    1. Mulai SAR 10,596 – SAR 11,841 (sekitar Rp43 juta – Rp48 juta)
    2. Mulai SAR 8,092 – SAR 8,458 (sekitar Rp33 juta – Rp34,5 juta)
    3. Mulai SAR 13,150 (sekitar Rp53,6 juta)

    Saudi menawarkan juga paket keempat, mulai SAR 3,984 (sekitar Rp16 juta), namun tidak ada layanan di Mina (hanya akomodasi dan konsumsi di Arafah dan Muzdalifah)

    “Itulah yang disebut paket layanan haji yang ditangani oleh Syarikah atau perusahaan di Saudi. Harganya pada tahun lalu karena alasan pandemi, naik sangat signifikan. Tahun ini alhamdulillah diturunkan. Jadi terkait paket layanan haji di Masyair, hitungan dalam usulan BPIH pemerintah juga turun, kisarannya juga 30% dan itu sangat signifikan,” tegas Hilman di Jakarta, Sabtu (21/1/2023).

    “Tahun lalu paket layanan haji (Masyair) 2022 sebesar SAR5.656,87. Alhamdulillah tahun ini selain turun, Kemenag berhasil negosiasi hingga menjadi SAR4.632,87. Turun sekitar SAR1.024 atau 30%,” sambungnya.

    Jadi dalam usulan BPIH tahun ini, kata Hilman, pemerintah sudah melakukan penyesuaian harga sesuai yang ditetapkan Saudi. Meski demikian, pihaknya tetap mempertahankan kualitas layanan bagi jemaah di Masyair.

    “Kepada perusahaan penyedia layanan, kami tetap meminta komitmen agar dengan harga yang ditetapkan pemerintah Saudi itu, layanan yang diberikan kepada jemaah juga tetap berkualitas,” jelasnya.

    Namun demikian, kata Hilman, komponen BPIH tidak hanya paket layanan haji. Komponen biaya haji yang diusulkan pemerintah kepada DPR itu juga mencakup layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi selama di Arab Saudi, baik Jeddah, Makkah, maupun Madinah.

    “Di luar Masyair, masa tinggal jemaah sekitar 30 hari, baik di Makkah maupun Madinah. Ini kita siapkan semua layanannya,” papar Hilman.

    Selain itu, penyusunan usulan BPIH juga memperhatikan komponen kurs Dollar (USD) dan kurs Riyal (SAR). Dalam usulan itu, asumsi yang digunakan adalah Rp15.300 untuk kurs 1USD, dan Rp4.080 untuk kurs 1SAR. Pada 2022, kurs SAR yang digunakan adalah Rp3.846. Untuk kurs USD tahun 2022 adalah Rp14.425.

    Hal lain yang menjadi perhatian adalah komponen pesawat. Sebab, ini sangat bergantung pada harga avtur.

    “Usulan pemerintah terkait BPIH 1444 H itu belum final, karena terbuka untuk dibahas bersama dengan Komisi VIII DPR. Semoga kita bisa mendapatkan rumusan yang paling pas terkait biaya haji tahun ini,” tandasnya.

    Kenapa Bipih Naik?

    Kemenag mengusulkan BPIH tahun ini naik dibanding 2022. Kenaikannya sebesar Rp514.888,02. Sebab, rata-rata BPIH yang diusulkan tahun ini adalah Rp98.893.909,11. Sementara rerata BPIH 2022 sebesar Rp98.379.021,09.

    Lantas, kenapa Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar jemaah dalam usulan pemerintah justru naik?

    Hilman menjelaskan bahwa itu terjadi karena perubahan skema prosentase komponen Bipih dan Nilai Manfaat. Pemerintah mengajukan skema yang lebih berkeadilan dengan komposisi 70% Bipih dan 30% nilai manfaat.

    “Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar nilai manfaat yang menjadi hak seluruh jemaah haji Indonesia, termasuk yang masih mengantre keberangkatan, tidak tergerus habis,” terang Hilman Latief di Jakarta, Sabtu (21/1/2023).

    Menurutnya, pemanfaatan dana nilai manfaat sejak 2010 sampai dengan 2022 terus mengalami peningkatan. Pada 2010, nilai manfaat dari hasil pengelolaan dana setoran awal yang diberikan ke jemaah hanya Rp4,45 juta. Sementara Bipih yang harus dibayar jemaah sebesar Rp30,05 juta. Komposisi nilai manfaat hanya 13%, sementara Bipih 87%.

    Dalam perkembangan selanjutnya, komposisi nilai manfaat terus membesar menjadi 19% (2011 dan 2012), 25% (2013), 32% (2014), 39% (2015), 42% (2016), 44% (2017), 49% (2018 dan 2019). Karena Arab Saudi menaikkan layanan biaya Masyair secara signifikan jelang dimulainya operasional haji 2022 (jemaah sudah melakukan pelunasan), penggunaan dan nilai manfaat naik hingga 59%.

    “Kondisi ini sudah tidak normal dan harus disikapi dengan bijak,” jelasnya.

    Nilai manfaat, lanjut Hilman, bersumber dari hasil pengelolaan dana haji yang dilakukan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Karenanya, nilai manfaat adalah hak seluruh jemaah haji Indonesia, termasuk lebih dari 5 juta yang masih menunggu antrean berangkat. Mulai sekarang dan seterusnya, nilai manfaat harus digunakan secara berkeadilan guna menjaga keberlanjutan. “Tentu kami juga mendorong BPKH untuk terus meningkatkan investasinya baik di dalam maupun luar negeri pasca pandemi Covid-19 ini, sehingga kesediaan nilai manfaat lebih tinggi lagi,” tambahnya.

    Jika komposisi Bipih dan Nilai Manfaat masih tidak proporsional, maka nilai manfaat akan cepat tergerus dan tidak sehat untuk pembiaayaan haji jangka panjang.

    “Jika komposisi Bipih (41%) dan NM (59%), dipertahankan, diperkirakan nilai manfaat cepat habis. Padahal jamaah yang menunggu 5-10 tahun akan datang juga berhak atas nilai manfaat,” urainya.

    Untuk itulah, kata Hilman, Pemerintah dalam usulan yang disampaikan Menag saat Raker bersama Komisi VIII DPR, mengubah skema menjadi Bipih (70%) dan NM (30%). “Mungkin usulan ini tidak populer, tapi Pak Menteri melakukan ini demi melindungi hak nilai manfaat seluruh jemaah haji sekaligus menjaga keberlanjutannya,” tegasnya.

    “Ini usulan pemerintah untuk dibahas bersama Komisi VIII DPR. Kita tunggu kesepakatannya, semoga menghasilkan komposisi paling ideal! Amin,” tutupnya. Humas

  • Dukung Program Berantas Buta Huruf Al Qur’an, Pengelola LPQ se-Blora Terima Hibah Laptop dari Pemkab

    Blora – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora M. Kafit, hadiri kegiatan Penyerahan Bantuan Hibah Laptop dan Upgrading Pengurus Badko LPQ Kabupaten Blora, Sabtu (21/01).

    Dalam sambutannya, M. Kafit mengatakan bahwa di Kabupaten Blora memiliki TPQ sejumlah 623 dengan total santri 22727 orang dan 3760 ustadz-ustadzah.

    TPQ atau Taman Pendidikan Al-Qur’an merupakan lembaga atau kelompok masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan nonformal jenis keagamaan Islam yang bertujuan untuk memberikan pengajawan membaca Al-Qur’an serta memahami dasar-dasar dinul Islam sejak usia dini.

    Dalam rangka mensukseskan program Bupati Blora memberantas buta huruf Al-Qur’an di usia sekolah dasar, Bupati Blora menyerahkan hibah laptop kepada Badko LPQ Blora.

    Menurut Kafit, laptop yang diberikan kepada Badko LPQ ini dapat menunjang sarana dan prasarana lembaga. Hal ini sejalan dengan tujuh program prioritas Kementerian Agama RI yaitu Transformasi Digital. Dimana di era keterbukaan informasi di kalangan ustadz-ustadzah juga perlu melek digital.

    “Karena sesuai dengan program Kemenag RI ada tujuh program prioritas yaitu Transformasi digital, maka ini perlu ditingkatkan, karena saat ini pendidikan keagamaan non formal harus bisa IT. Diberikan bantuan laptop Bupati ini, semoga dapat digunakan sebaik-baiknya,” ujar M. Kafit.

    Lanjutnya, ada tiga unsur yang harus ditingkatkan sebagai standar pendidikan TPQ diantaranya adalah peningkatan mutu SDM, sarana dan prasarana serta Metode.

    Ia menerangkan bahwa saat ini yang sedang dilakukan adalah Badko LPQ telah mendapatkan sarana dan prasarana dari pemerintah, harapannya hal tersebut dapat menignkatkan pula SDM dan metode dalam mengajar Al-Qur’an.

    Hadir dalam kegiatan Penyerahan Bantuan Hibah Laptop dan Upgrading Pengurus Badko LPQ , Bupati Blora yang diwakili oleh asisten III Pujo Catur Susanto, S.E., MM, Kabag Kesra Moh. Toha Mustofa S.Si., M.Kes, jajaran Forkompimda Blora, KH. Muharror Ali, Kakankemenag Kab. Blora M. Kafit, Kasi PD Pontren Immawan EF serta menghadirkan narasumber Dosen Fakultas Hukum Unwahas Semarang Bahrul Fawaid.

  • Pembinaan Keluarga Sakinah oleh Ketua PKK Blora

    Blora – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora M. Kafit didampingi Kasi Bimas Islam Kholid, membuka kegiatan Pembinaan Keluarga Sakinah yang dilaksanakan di Resto D’Joglo, Rabu (19/01).

    Dalam kesempatan ini, bertindak sebagai narasumber adalah Ibu Ainia Shalichah, SH., M.Pd. AUD., M.Pd.BI Ketua TP PKK Kabupaten Blora dan Kholid, S.Ag Kasi Bimas Islam Kemenag Blora.

    Adapun turut hadir dalam kegiatan ini Ketua I dan seluruh Anggota Pokja I TP PKK Kabupaten Blora, para staf Seksi Bimas Islam Kemenag Blora serta 40 pasang suami istri dengan usia pernikahan antara satu sampai dengan sepuluh tahun.

    M. Kafit dalam membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan terobosan pemerintah yang peduli terhadap keluarga-keluarga baru, untuk memberikan pembekalan keluarga-keluarga muda agar sukses dan sejahtera dalam mengarungi rumah tangga.

  • Pembinaan ASN Guru pada Madrasah

    Blora – Dalam rangka untuk meningkatkan kinerja, loyalitas dan kualitas kinerja ASN pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora, Kepala Kakankemenag Blora M. Kafit, memberikan pembinaan kepada ASN Guru Madrasah, Selasa (17/01).

    Guru sebagai komponen penting dalam sistem pendidikan diharapkan mampu menjadi fasilitator, motivator dan dinamisator dalam proses belajar siswa. Oleh karena itu guru dituntut untuk dapat mempunyai kompetensi dalam dunia pendidikan.

    Guru sebagai agen pembawa perubahan yang mampu mendorong pemahaman dan toleransi diharapkan tidak hanya mampu mencerdaskan peserta didik tetapi juga harus mampu mengembangkan kepribadian yang utuh, berakhlak dan berkarakter. Hal demikian disampaikan oleh Kakankemenag Blora.

    “Sosok guru yang mampu mengemban tugas menurut Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara, ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani,” ucap M. Kafit

    Jadi, menurutnya guru agar dapat melaksanakan moto tersebut maka dipandang perlu melaksanakan fungsi pertama, berarti guru haruslah berkepribadian yang utuh dengan kemampuan akademik dan profesional yang andal. Untuk dapat melaksanakan fungsi kedua dibutuhkan guru yang memahami dan menyayangi peserta didik. Sedangkan untuk dapat melaksanakan fungsi yang ketiga, guru harus terus memantau terus proses belajar peserta didik dan mendorong semangat belajar peserta didiknya.

  • Rapat Koordinasi Perencanaan dan Penandatanganan Kontrak Rehab Gedung Kemenag Blora

    Blora, Jumat (13/01/2023) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora gelar Rapat Koordinasi (rakor) dan Penandatanganan Kontrak Rehab Gedung Kemenag Blora.

    Acara yang digelar di RM Sebara tersebut dihadiri oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Blora selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Plt Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Perencana dan Konsultan Perencana.

    M. Kafit selaku KPA mengimbau kepada Konsultan perencana untuk dapat mengawal rehab gedung Kemenag agar dapat berjalan dengan lancar serta dapat terselesaikan sesuai dengan alokasi waktu dan anggaran yang tersedia.

    Kegiatan rehab gedung Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora akan dilaksanakan dalam waktu 35 hari kerja terhitung mulai 13 Januari 2023.

    “Kami berkomitmen untuk melaksanakan perencanaan tepat waktu dan tepat guna sehinagga tidak ada kendala dan hambatan dalam pelaksanaan rehab dengan bantuan tim teknis DPUPR Kabupaten Blora.” ucap Mulyono.

  • Kakankemenag Kabupaten Blora Saksikan Pelantikan Kepala MI Islamiyah Gedongsari

    Kakankemenag Kabupaten Blora Saksikan Pelantikan Kepala MI Islamiyah Gedongsari

    Blora – Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Blora, M. Kafit, didampingi Kasi Pendidikan Agama Mustaqim dan Pengawas Madrasah Moh. Yasin, menyaksikan acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Gedongsari pada Selasa (10/01).

    Ketua Yayasan Islamiyah yang sekaligus Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Blora secara langsung mengambil sumpah dan mengangkat Kepala MI Islamiyah yang baru Muhaimin, S.PdI menggantikan posisi Umi Khoirunnisyaatin. 

    “Saya mengucapkan terimakasih kepada Kepala sebelumnya yang telah membawa perubahan Madrasah. Terkait pengukuhan hari ini kami meminta kepada kepala yang baru bisa berkoordinasi dengan pengawas madrasahnya,” Mustaqim. Selain itu ia berharap Kepala yang baru bisa melanjutkan tugas-tugas dari kepala yang lama untuk membawa Madrasah menjadi lebih baik lagi.

    Adapun dalam kesempatan tersebut, M. Kafit berpesan kepada stakeholder Yayasan Islamiyah untuk bisa saling bekerjasama membawa madrasah lebih maju dan unggul.

    “Kami ucapkan selamat kepada Pak Muhaimin yang telah resmi menjabat sebagai Kepala Madrasah Islamiyah Gedongsari. Mudah-mudahan setelah dikukuhkan ini bisa menjalankan tugas dengan baik dan dapat mengembangkan madrasah,” kata Kakankemenag.

    M. Kafit juga mengucapkan terima kasih kepada Umi Khoirunnisyaatin yang telah menjabat sebagai Kepala MI Islamiyah selama dua belas tahun. 

    “Kami mengucapkan terima kasih bu Umi sudah dua belas tahun membersamai MI Islamiyah. Semoga atas perjuangan bu Umi diterima Allah SWT dan dimudahkan dalam mengemban amanah yang baru sebagai Kepala MIN Blora,” ujarnya.

    Di penghujung sambutannya, M.Kafit menekankan bahwa untuk dapat membawa madrasah maju, seluruh stakeholder madrasah harus aktif berkoordinasi dan solid.

    “Pesan saya tolong sering-sering koordinasi, jika kita bersatu Insyaallah madrasah bisa maju dan dipercaya masyarakat,” tuturnya. (nn)

  • Kakankemenag Lakukan Monev KUA Kecamatan Tunjungan

    Didampingi Kasi Bimas Islam H. Kholid, Kakankemenag Kab. Blora H. M. Kafit lakukan monev renovasi KUA Kec. Tunjungan.

    Sebelumnya, KUA Kec. Tunjungan ini mengalami kerusakan di bagian atap (genting), serta penataan kembali ruang kerja.

    Menurutnya, dengan space yang terbatas, pihak KUA perlu menata ruang tampak rapi sehingga dapat menciptakan mobilitas yang nyaman.

  • Wakil Bupati Blora Pimpin Upacara HAB Kemenag RI ke-77

    Wakil Bupati Blora Pimpin Upacara HAB Kemenag RI ke-77

    Kemenag Blora – Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, Pimpin Upacara Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag RI ke-77 berlangsung di Alun-alun Blora, Selasa (03/01/2023).

    Dalam upacara tersebut, Wakil Bupati saat membacakan sambutan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, tepat pada hari ini keluarga besar Kementerian Agama memperingati HAB ke-77. Semuanya diajak untuk mengenal, memahami dan emresapi atau bertanya kembali mengapa dan untuk apa Kementerian Agama yang dulu bernama Departemen Agama ini dilahirkan pada 1946.

    “Pada peringatan HAB ke-77 tahun ini, saya mengajak kepada seluruh ASN Kementerian Agama untuk memperbaiki niat pengabdian dan pelayanan kepada umat. Jadikan peringatan HAB ini sekaligus sebagai penanda sejarah panjang pengabdian Kementerian Agama dalam melayani seluruh umat beragama di Indonesia. Setahun yang lalu, dalam Peringatan HAB ke-76 Kementerian Agama, kita gelorakan semangat Transformasi Layanan Umat dan secara bertahap, cita bersama itu mulai terwujud dan tampak hasilnya,” kata Tri Yuli Setyowati

    Yuli menjelaskan, kini Kementerian Agama telah terlihat berubah. Birokrasinya lebih lincah dan responsif. Transformasi digital mulai berjalan, salah satunya dengan kehadiran Pusaka Super Apps, aplikasi layanan Kementerian Agama. Beragama inovasi digital juga terus dilakukan, mulai pusat hingga daerah. Semua itu merupakan upaya menignkatkan kualitas dan mendekatkan layanan kepada masyarakat. Lembaga pendidikan binaan Kementerian Agama juga terus berprestasi, di level nasional dan internasional.

    Dalam upacara tersebut, dilaksanakan pula penyerahan Satya Lencana kepada 123 ASN Kemenag Blora dan hibah tanah dari Pemkab Blora untuk KUA Kecamatan Bogorejo.

    Turut hadir unsur Forkopimda, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda, Irfan Agustian Iswandaru AP, M.Si, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora, M. Kafit, S.Ag.,M.Si, Plt Kasubbag TU beserta para Kasi dan Garazawa, Kepala KUA se-Kabupaten Blora, Pengawas Madrasah, KKM, Ketua dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kankemenag Kab. Blora serta tamu undangan lainnya. Upacara yang digelar di Alun-alun Blora ini diikuti oleh 2400 peserta. (nn)

  • Sekjen Kemenag RI Launching Pemanfaatan Gedung Ruang Kelas Baru (RKB) MTsN Blora dan Pembangunan Masjid Baitul Ulum MTsN Blora

    Sekjen Kemenag RI Launching Pemanfaatan Gedung Ruang Kelas Baru (RKB) MTsN Blora dan Pembangunan Masjid Baitul Ulum MTsN Blora

    Blora (Kankemenag) – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag., bersama Kakanwil Kemenag Prov. Jawa Tengah Musta’in Ahmad, S.H., M.H., didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora M. Kafit, S.Ag., M.Pd., Rabu (28/12)  meresmikan Pemanfaatan Gedung Ruang Kelas Baru (RKB) MTsN Blora dan Pembangunan Masjid Baitul Ulum MTsN Blora.

    Tampak hadir dalam kegiatan ini Kakanwil Kemenag Prov. Jateng, Kab. Blora, Bupati Blora yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Blora beserta para Kasi dan Garazawa, Pengawas Madrasah dan PAI, Kepala Madrasah dan tamu undangan lainnya.

    Dalam sambutannya, Prof. Nizar mengungkapkan bahwa pembangunan gedung madrasah dengan skema SBSN telah dimulai sejak tahun 2018 hingga tahun 2022. Hal ini sejalan dengan program Kemenag untuk terus dan senantiasa meningkatkan mutu pelayanan publik sesuai dengan standar dan kebutuhan masyarakat di bidang agama dan keagamaan. 

    Dengan adanya pembangunan melalui skema SBSN tersebut menurutnya dapat memberikan beberapa manfaat diantaranya dapat memberikan kemudahan layanan bidang agama dan meningkatkan akses mutu relevansi dan daya saing pendidikan.

    “Dan alhamdulillah pembangunan madrasah tahun 2022 masih terus berjalan karena pandemi jumlahnya (red-pembangunan madrasah) sedikit menurun dari tahun sebelumnya, ada sekitar 215 madrasah. Dari 215 madrasah, ada 36 madrasah di Jawa Tengah yang dibangun dengan skema SBSN diantaranya adalah MTsN Blora ini,” ucapnya.

    Prof. Nizar berharap dengan pembangunan gedung tersebut dapat bermanfaat dalam hal proses belajar mengajar dan dapat meningkatkan kualitas dan prestasi madrasah. Ia juga berpesan kepada Kepala Kemenag dan Kepala MTsN Blora untuk memastikan pembangunan gedung madrasah kokoh dan bangunan berkualitas dengan nampak rapi dan indah. Selain itu, realisasi anggaran juga harus mencapai seratus persen.

    “Semoga dengan pembangunan gedung MTs yang baru ini dan dibiayai melalui skema SBSN dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih optimal dan maksimal serta mampu meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Kabupaten Blora,” katanya.

    Ditandai dengan pemotongan pita oleh Sekjen, Kakanwil Kemenag Prov. Jateng dan Kakankemenag Kab. Blora menandakan bahwa Gedung Ruang Kelas Baru (RKB) MTsN Blora dan Pembangunan Masjid Baitul Ulum MTsN Blora siap dimanfaatkan dan dimulai pembangunan masjidnya pada awal tahun 2023. (nn)

Skip to content