BLORA,
Pemerintah berupaya meningkatkan pelayanan bagi jamaah haji dengan berbagai fasilitas dengan sejumlah sektor yang diharapkan dapat mendongkrak kepuasan jemaah haji, seperti adanya Busnya upgrade, bagasi lebih besar, AC lebih dingin, sehingga Ini bisa mendongkrak kepuasan jemaah. Demikian diungkapkan Kasi Gara Haji dan Umroh, Muhaimin, M.Si kemaren (30/5).
Selain itu, layanan bus shalawat di Makkah juga akan mengalami peningkatan, dengan menargetkan bus shalawat yang bisa melayani 91 persen jamaah pada penyelenggaraan haji tahun ini.
Faktor lainnya adalah katering. Djamil menerangkan tahun ini, saat di Makkah, jamaah haji Indonesia akan mendapatkan makan lebih banyak dibanding tahun lalu. “Kalau sebelumnya 15 kali, tahun ini 24 kali makan di Makkah,” paparnya.
Pemondokan untuk haji tahun ini juga sudah siap, dengan hotel bintang tiga. Pemerintah juga akan mempertahankan rute penerbangan jamaah haji gelombang pertama mendarat di Madinah..
Sementara untuk layanan di dalam negeri, pihaknya sudah meningkatkan volume bimbingan manasik menjadi 10 kali. “Sebelumnya hanya enam kali. Kita ingin fokus ke pendalaman aspek praktis sehingga mudah dipahami,” ungkap Muhaimin
Soal layanan visa tahun lalu yang mengalami kendala,Kementerian Agama sudah mendatangkan petugas haji Arab Saudi untuk melakukan bimbingan dan uji coba layanan visa online.
Ia mengatakan pengurusan visa akan dilakukan berdasarkan urutan keberangkatan. Saat ini paspor jamaah yang terkumpul sudah di atas 80 persen. “Yang kemungkinan berangkat dulu kita langsung urus visanya,” sebut Muhaijmin
Selain itu,hal lain yang diperhatikan adalah kepuasan jamaah dalam pelayanan kateringi. Menu masakan Nusantara akan dipertahankan. Namun ia mengakui kendala terbesar ada di kesediaan bahan baku dan bumbu yang cukup besar untuk jamaah haji Indonesia. Selain itu dari beberapa katering, belum ada standar rasa yang sama untuk menu Nusantara.
Pihaknya optimistis, dengan permintaan menu Nusantara dari sekarang, pihak katering di Arab Saudi sudah bisa menyiapkan bahan dan bumbu untuk cita rasa Nusantara. “Tidak menutup kemungkinan mendatangkan dari Indonesia,” sebutnya.
Guna mengantisipasi cuaca yang panas, jamaah juga akan disediakan bekal minuman yang cukup, seperti di Arafah jemaah akan mendapatkan tambahan air minum empat botol, dan petugas haji juga akan menyediakan air dingin di tenda-tenda jamaah untuk konsumi dan kompres. “mudah mudahan nanti jamaah haji bisa lebih puas”ungkap Muhaimin. (ima)