BLORA,

Inovasi guru  dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam sangat penting terutama dalam implementasi kurikulum 2013 yang diterapkan oleh Kementerian Agama baik di jenjang SD, SMP, dan SMA saat ini, maka guru harus terus meningkatkan wawasan dan pengetahuannya tentang pengembangan kurikulum Agama demi kualitas moral bangsa yang baik.

Demikian disampaikan oleh Narasumber Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Jateng, Imam Bukhori dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum 2013 Seksi PAIS Kankemenag Blora (30/9) di Hotel Mustika dan PKPRI Blora.

Untuk itu, guru harus mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan melalui penggunaan teknologi dalam penyajiannya bahkan perlu diselenggarakan pelatihan pembelajaran PAI berbasis ICT (Information and Communication Technology).

“Guru diminta mempunyai  kegiatan untuk berfikir bersama terhadap perkembangan media pembelajaran saat ini. Media ICT akan mampu memaksimalkan kualitas pendidikan sehingga dapat meningakatkan minat peserta didik”.ungkapnya serius.

“Maka guru PAI harus bisa mengembangkan media yang sudah ada menjadi lebih baik lagi, Karena Kurikulum 2013 tidak akan berjalan dengan efektif jika tidak ada inovasi”, lanjutnya.

Selain itu, Imam juga menyampaikan bahwa titik tekan pengembangan Kurikulum 2013 adalah penyempurnaan pola pikir, penguatan tata kelola kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses pembelajaran, dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian antara apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan.

 

Imam Menambahkan bahwa ada 4 standar kompetensi yang berubah dalam kurikulum 2013 pada mapel PAI yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar penilaian sesuai PMK No. 54, 64 dan 65 tahun 2013.

      Menurutnya, dalam Perubahan standar proses yang semula terfokus pada eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi, sekarang dilengkapi dengan pendekatan saintifik, yakni mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan.

     “ Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas saja, tetapi juga di lingkungan sekolah, alam, dan masyarakat, dan guru bukan satu-satunya sumber belajar dan ‘sikap’ tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan keteladanan”paparnya..

 

Model pembelajaran pada kurikulum 2013 diarahkan kepada pembelajaran aktif yang menempatkan guru sebagai fasilitator pembelajaran dan menempatkan peserta didik sebagai sabjek dan objek pendidikan.

 “PAI sangat penting dalam implementasi kurikulum 2013 karena semua mapel pondasinya adalah pada Pendidikan Agama, sehingga tidak bisa dianggap lagi under estimate” paparnya serius.

Adapun Proses pembelajaran PAI harus menyentuh tiga ranah, yaitu sikap (attitude), keterampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge), dan dalam proses pembelajaran berbasis saintifik , hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan.

 

Yang perlu diperhatikan lagi menurut Imam adalah penyelenggaraan pendidikan Agama saat ini sudah diatur dalam UU Sisdiknas maupun PP No. 55 tahun 2007 yang pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Agama, baik pendidikan agama dan pendidikan keagamaan.

Hal senada diungkapkan Kepala kankemenag Blora, Drs. H. Tri Hidayat bahwa Peran Guru Pendidikan Agama Islam sebagai ujung tombak dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti maka ditutut untuk memiliki kompetensi lebih dibandingkan dengan para pendidik lainnya, bukan hanya empat kompetensi, seperti kompetensi paedagogik, professional, kepribadian, dan sosial, tetapi juga dibutuhkan kompetensi managerial/kepemimpinan, Sebab tugas dari Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi pekerti bukan hanya sekedar mencerdaskan Intelektul peserta didik, tetapi juga bertugas untuk mencerdaskan emosional dan spiritualnya.

“Guru Agama  diharapkan tidak hanya profesional dalam mengajar, tetapi  juga bermoral dan berakhlak  Islam dan menjadi teladan siswa” paparnya.

Sementara itu, Kasi PAIS Kankemenag Blora, Imron, S.Ag, M.Si menyatakan bahwa tujuan Bimtek Kurikulum 2013 adalah meningkatkan skill dan wawasan guru tentang implementasi kurikulum PAI di sekolah dengan pengembangan bahan ajar sesuai standar kurikulum 2013 yang ada bagi guru PAI SD se-Kabupaten Blora, serta berharap guru bisa mempraktekkan materi  di sekolah masing masing.

Acara Bimtek diselenggarakan dalam tiga angkatan yang berjumlah 120 orang, yang terdiri dari angkatan I sebanyak 40 orang dari tanggal 16 sampai 19 september 2015, Angkatan II sebanyak 40 orang dari tanggal 20 sampai 23 September 2015, dan angkatan III diikuti 40 orang dari tanggal 28 September sampai 1 Oktober di Hotel Mustika dan Gedung PKPRI Blora (ima)

Skip to content