BLORA,

Semakin bertumbuhnya lembaga pendidikan RA pada madrasah dengan jumlah siswa yang makin bertambah, maka sudah seharusnya mutu dan kualitas pendidik dan pembelajaran perlu untuk terus ditingkatkan supaya tercipta bibit unggulan madrash yang berpotensi sejak usia dini.

Demikian disampaikan oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Blora, Drs. Parmono M.PdI dalam acara rapat koordinasi kepala RA dan operator EMIS se-kabupaten Blora pada kamis (14/7) di Aula Kankemenag Blora.

Oleh karena itu Dalam rangka mendukung pelaksanaan program pendidikan Pada Usia Dini (PAUD), Kementerian Agama meluncurkan program Bantuan Operasional Pendidikan Raudlatul Athfal (BOP RA) di seluruh Indonesia yang hendaknya penggunaanya dilaksanakan sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.

Program BOP yang merupakan program utama Pendidikan Anak Usia Dini saat ini diharapkan mampu membantu dalam memenuhi biaya operasional Pendidikan RA dan memberikan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu.

Lebih lanjut parmono juga menyampaikan perlunya kesadaran bersama dari Kepala RA dan stakeholder terkait akan pentingnya penyelenggaraan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang telah tumbuh sebagai sebuah kesadaran kolektif antara masyarakat dan pemerintah.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa hampir seluruh lembaga pendidikan anak usia dini seperti RA dan sejenisnya terselenggara atas prakarsa dan swadaya masyarakat, sehingga perlu didukung dan dibesarkan bersama.

 “ Ada pertanyaan, kenapa selama ini RA dinomor 2 (dua) kan? Karena tata pengelolaanya yang masih kurang optimal  sehingga kita harus selalu mengevaluasi dan mencari referensi terbaru dalam pengelolaan pendidikan yang baik mutu guru maupun teknik pembelajarannya”, ujarnya seirus.

Pada kesempatan selanjutnya, penyampaian materi kegiatan tentang bantuan teknis BOP RA oleh Staf Dikmad kemenag Blora Mohammad Amin yang menyampaikan pentingya program BOP RA yang merupakan program utama Pendidikan Anak Usia Dini, dalam hal ini berupa pemberian dana langsung kepada lembaga RA (Raudlatul Athfal) yang besarnya dihitung berdasarkan jumlah siswa masing-masing RA dan satuan biaya bantuan sebesar Rp. 300.000,-.

 “Diharapkan dengan adanya BOP RA, Pendidikan RA dapat memberikan layanan pendidikan yang bermutu, membantu memenuhi biaya operasional Pendidikan RA, mengurangi angka putus sekolah dengan memberikan kesempatan yang setara terhadap anak yang tidak mampu, per siswa 300.000,” jelasnya.

Untuk itu laporan pertanggungjawaban hendaknya dibuat dengan baik dan benar sesuai ketentuan yang berlaku serta yang penting juga mohon data EMIS dan operatornya dioptimalkan sebagai upaya pendataan RA yang berkualitas.(ima)

 

Skip to content