Blora,

Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) memiliki peran sangat signifikan dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui supervisi dan pengawasan guru dan lembaga madrasah secara terkoordinir dan terorganisir.

Untuk itu, dibutuhkan upaya meningkatkan kepegurusan pengawas yang profesional dan konsolidasi yang baik antar pengawas dalam menyamakan persepsi dan standart mutu pengawasan pendidikan untuk meningkatkan kualits pendidikan madrasah di Blora.

Demikian disampaikan Kepala kankemenag Blora, Drs. H. Tri Hidayat melalui kasubbag TU Kankemenag Blora, Drs. H. Dwiyanto, M.Ag dalam acara pembinaan dan reorganisasi kepengurusan Pokjawas Kankemenag Blora pada Selasa (26/1) di aula kankemenag Blora.

“melalui reorganisasi ini kami harapkan akan meningkatkan konsolidasi pengawas dan upaya peningkatan supervisi dan pengawasan menuju kualitas pendidikan madrasah dan PAI yang baik” paparnya.

Dwiyanto juga menandaskan pentingnya pengawas memiliki beberapa kompetensi yang dapat menunjang fungsi pengawasan antara lain kompetensi kepribadian yakni bertanggungjawab, kreatif dalam berkerja dan menumbuhkan  motivasi kerja pada stakeholder pendidikan, kompetensi supervisi manajerial, Kompetensi Evaluasi Pendidikan, Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/ bimbingan sekolah/ madrasah,  Kompetensi Penelitian Pengembangan dan Kompetensi Sosial, yakni bekerjasama berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas diri untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab melalui aktif dalam kegiatan asosiasi pengawas satuan pendidikan.

Selain itu, Dwiyanto juga menandaskan pentingnya pengawas memahami sasaran supervisi pendidikan antara lain untuk Mengembangkan kurikulum yang sedang dilaksanakan disekolah/ madrasah, Meningkatkan proses belajar mengajar disekolah/ madrasah, dan  Mengembangkan seluruh staf di sekolah/ madrasah.

Dwiyanto berharap prosesi reorganisasi Pokjawas ini adalah sebagai wujud nyata kemenag dalam melakukan revitalisasi dengan pemberdayaan peran dan fungsi pengawas pendidikan agama di Kemenag Blora dan diharapkan kepengurusan yang akan datang akan lebih baik lagi dengan peran motivasi pengawas pada kepala Madrasah.

 “Karenanya perluaslah pengawasan ini di tingkat RA , Madrasah , MDT, Pondok Pesantren dengan SD Negeri dan Swasta di Blora, sehingga kehadiran pengawas dapat lebih dirasakan oleh guru dan kepala sekolah madrasah,” ungkapnya.

Di akhir masa kerjanya, Ketua Pokjawas periode 2010-2016, Widaryono menandaskan bahwa banyak kekurangan yang perlu diperbaiki oleh pengurus Pokjawas yang akan datang, dan hal yang positif juga harus ditingkatkan dan dilanjutkan demi berjalannya konsolidasi kepengurusan Pokjawas yang lebih profesional dan bermartabat.

Widaryono juga menyampaikan bahwa Permasalahan yang pengawas hadapi sekarang adalah kurangnya pembinaan terhadap guru disekolah, sehingga untuk meningkatkan mutu pendidikan diharapkan adanya rekrutmen para calon pengawas yang memang masih muda kaya pengalaman, serta lemahnya keterampilan pengawas dalam pembimbingan  terhadap guru perlu ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan, seminar, workshop, simpusiom.

“Solusi yang perlu kita lakukan adalah pengawas sekolah/ madrasah harus benar- benar orang yang ahli dalam bidang kepengawasan kalau hal demikian adanya maka kita yakini bersama kualitas ( mutu ) pendidikan semakin lebih baik”pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, terpilihlah Ketua Pokjawas untuk tahun 2016-2020 mendatang, yakni Mustaqim, M.Pdi yang akan membentuk kepengurusan yang baru.

Mustaqim dalam sambutannya menyampaikan akan lebih meningkatkan upaya konsolidasi kepengurusan dan supervisi tidak hanya sempit sebagai proses mengawasi proses pembelajaran pendidikan di sekolah, namun Kegiatan supervisi bertujuan untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran, yang kegiatan  utamanya adalah membantu guru, tetapi dalam konteksnya yang luas menyangkut komponen sekolah yang lain karena guru juga terkait dengan komponen tata usaha, sarana, lingkungan sekolah, dan lain-lain.

“Kita melihat dilapangan yang terjadi sekarang ini bahwa sasaran supervisi masih belum berjalan secara maksimal, hal ini tentu  masih perlu adanya perbaikan dan pembenahan yang signifikan terhadap manajemen supervise” tandasnya. (ima)

 

Skip to content