Blora,

Kepala Seksi  Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Blora, H. Muhaimin, SH,M.Si menegaskan, siap melaksanakan Peraturan Menteri Agama Nomor (PMA) 29/2015 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler, namun Kesiapan perangkat Siskohat (Sistem komputerisasi haji terpadu) menjadi salah satu penunjang yang penting.

“Sebab, tanpa itu, maka dalam pelaksanaan  pengalihan pendaftaran haji reguler dari sebelumnya empat tahap menjadi dua tahap, akan terhambat. Padahal, itu sesuai dengan amanat PMA 29/2015, harus jalan. Kami optimistis jika sosialisasi telah berjalan sebagaimana mestinya, dan apalagi didampingi Tim Siskohat Pusat dan kanwil, maka adaptasi sistem baru tak akan membutuhkan waktu lama, karena alur kerjanya akan menjadi lebih ringkas,” ucap  Muhaimin.

“masih banyak kendala dalam pelaksaaan SISKOHAT padahal itu sangat vital sehingga perlu sistem yang lebih canggih dan modern supaya memperlancar kinerja dan pelayanaan Jamaah haji serta bimbingan teknis secara struktural” lanjutnya.

Apalagi kalau sudah memiliki perangkat Siskohat Gen 2 dan memiliki perangkat pendukung biometrik sistem akan sangat mendukung.

“Ini yang bagi kami sangat penting, yaitu adanya perbaikan jaringan siskohat sedini mungkin baik di tingkat kantor kementerian agama kabupaten dan kota maupun di tingkat BPS BPIH. Kenapa demikian, sebab ini harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi. Tanpa itu, tak akan bisa jalan,” pungkasnya lagi.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama Blora, Muhaimin menyampaikan, bahwa pada prinsipnya persiapan pelaksanaan PMA 29/2015 di wilayahnya secara umum tidak ada kendala berarti.

“Cuman yang sering terjadi secara teknis adalah masih ada time out dalam proses entry data. Sehingga perlu perbaikan secara sistematis” ujarnya.

Dengan begitu, pelaksanaan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji reguler sesuai dengan PMA 29/2015 dapat tercapai sesuai dengan target yang telah ditentukan.(ima)

 

 

Skip to content