Kementerian Agama sebagai pelayan masyarakat, mempunyai standart pelayanan minimal untuk optimalisasi kinerja pegawai, untuk itu maka sangat penting membuat Standart Operasional Prosedur (SOP) dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi pegawai.
Hal tersebut akan memudahkan Sebagai instansi yang terus berusaha menjaga kredibilitas serta profesionalitas kerja pegawai yang tinggi sehingga Kemenag akan terus berupaya berinovasi dan melakukan koreksi positif terhadap pencapaian kinerja yang telah dilakukan.
Kinerja yang baik pasti tidak terlepas dari kaidah-kaidah serta aturan baku yang telah ditetapkan. Untuk itu, SOP merupakan kunci dalam pelaksanaan Kinerja para pegawai dalam fungsi pelayanan masyarakat.
Demikian disampaikan oleh Kasubbag TU Kankemenag Blora, Drs. H. Dwiyanto, M.Ag dalam acara pembinaan pegawai pada rabu (20/1) kemaren di Djogelo.
“SOP adalah ruh dalam sebuah organisasi,untuk itu maka hendaknya bisa dijadikan kunci dalam pelaksanaan kinerja pegawai” tegas Dwiyanto.
“Tanpa adanya SOP, kegiatan yang direncanakan tidak dapat berjalan dengan sebaik-baiknya karena tidak memiliki standart pencapaian kinerja” lanjutnya.
Dwiyanto juga berpesan bahwa SOP dianggap penting karena merupakan benteng pertahanan dalam menjawab berbagai komplain yang datang dari beberapa pihak termasuk para evaluator kinerja, seperti Itjen dan lainnya.
Tahun ini diharapkan semua kegiatan sudah dilengkapi dengan SOP yang baik dan Timesheet (kehadiran). “pegawai yang mendapat tugas di luar kantor maka tidak perlu lagi harus fingerprint ke kantor sehingga lebih efisien dan efektif serta tetap tidak menyalahi aturan yang berlaku,” ujarnya.
Melalui kegiatan pembinaan SOP ini diharapkan akan menjadi standar baku dalam peningkatan kinerja pegawai di lingkungan Kankemenag Blora.(ima)