Blora,
Ujian Nasional Pendidikan (UNPK) Wajar Dikdas tingkat Ula, Wustho dan paket C yang akan dilaksanakan pada bulan Mei mendatang hendaknya berjalan sukses dan lancar, dengan persiapan yang baik dari para penyelenggara, sehingga validasi data peserta menjadi sangat penting demi kelancaran ujian.
Demikian disampaikan Kasi PD Pontren, Fathul Himam, S.Ag, M.PdI dalam acara Validasi data Peserta UNPK Wajar Dikdas tingkat Ula, Wustho dan paket C Selasa (5 /1) di aula kankemenag Blora.
Himam menandaskan bahwa dalam rangka melaksanakan kegiatan UNPK Wajar Dikdas pada Tingkat Ula, Wustho dan Paket C maka semua peserta atau siswa yang hendak mengikutinya maka harus memiliki persyaratan yang harus dilengkapi oleh semua peserta dan hal ini perlu ada pembuktian antara lain Ijazah asli sebelumnya sehingga semua penyelenggara ujian harus melakukan validasi data peserta dengan baik.
Selain itu, setiap lembaga wajib menunjukkan buku induk, buku raport, dan data yang diverifikasi akan dikroscek dengan data sebelumnya yang sudah disetor atau dikirim ke Kemenag pada seksi PD Pontren, dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan (ada sinkronisasi atau cocok).
Pendataan dalam UNPK adalah proses penyampaian data calon peserta ujian nasional sampai dengan diterbitkan kartu peserta ujian nasional, meliputi data sekolah dan biodata siswa calon peserta ujian nasional, kemudian biodata siswa calon peserta adalah informasi tentang identitas siswa, antara lain: nama siswa, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, nomor peserta UN. Daftar Calon Peserta (DCP) adalah daftar usulan calon peserta UN yang diterbitkan oleh skb/pkbm, sesuai dengan format pendataan calon peserta UN diketahui dan disahkan oleh pejabat berwenang.
Himam dalam arahan yang dihadiri oleh penyelenggara ujian menyampaikan bahwa pada UNPK tahun ini akan diikuti oleh dua pondok pesantren yakni Al Ikhlas dan MUN Blora yang diikuti sebanyak 58 peserta yang terdiri dari Ula 48 orang dan wustho 10 orang.
“mari kita sukseskan UNPK Wajardikdas tahun ini dengan validasi data peserta yang baik karena ujian kesetaraan ini merupakan upaya pemerintah dalam memberikan Pedidikan wajib belajar 9 tahun untuk peningkatan SDM” paparnya.
Selain itu para pengasuh dan pembina Pondok Pesantren yang hadir diharapkan juga untuk tetap menjaga muruah dan peran, serta fungsi Pesantren sebagai penyelenggara pendidikan yang memiliki keunikan dan karakter tersendiri, serta tidak bosan-bosannya memacu semangat, bangkitkan inovasi dan bersinergi dengan para pengasuh dan pembina ponpes lainnya dalam dan lakukan akselerasi di Pondok Pesantren di Blora. (Ima)