Blora,

Untuk meningkatkan kualitas para Qari' dan Qari'ah sebagai peserta MTQ/STQ agar tampil maksimal dan bisa meraih prestasi yang optimal, maka perlu ada pembinaan dan pelatihan. Untuk itu, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Propinsi Jawa Tengah melakukan upaya pembinaan Intensif  Tilawah dan Tahfidz Al Qur’an yang  digelar di Aula Pemkab Blora pada Kamis (3/12).

Dalam sambutannya  Pj. Bupati Blora Ikhwan Sudrajad melalui kabag Kesra Setda Blora, Haryanto, S.Sos menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan safari pembinaan Tilawatil Qur’an dari LPTQ Jateng dan berharap pelaksanaan pembinaan ini menjadikan kualitas bacaan, hapalan dan pemahaman isi Al-qur'an lebih ditingkatkan dan memberikan motivasi para Qari-Qoriah dan Hafidz-Hafidzah khususnya di Kabupaten Blora lebih giat berlatih.

Kepala kankemenag Blora, Drs. H. Tri Hidayat melalui kasubbag TU, Drs. H. Dwiyanto, M.Ag menyatakan harapannya para peserta akan meningkatkan wawasan hafalan maupun tilawah qurannya setelah mendapatkan pembinaan yang baik dari Tim LPTQ jateng tersebut sehingga Blora akan memiliki kader kader unggulan dalam lomba MTQ, STQ maupun MHQ tingkat propinsi maupun nasional.

“Untuk itu, upaya pembinaan dari tim LPTQ jateng ini hendaknya menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas bacaan dan tilawah al Quran yang baik dan benar sehingga bisa meraih Prestasi” paparnya serius.

Menurut laporan Tim LPTQ Jateng, Kasi MTQ kanwil Kemenag Jateng, Zaenatun menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas para qoriah agar lebih meningkatkan hafalan al qur’an. Diharapkan Pemkab Blora dan Kemenag dan ormas Islam agar lebih peduli terhadap pembinaan tilawah dan tahfidz Al Qur’an serta pembinaan ini terus berlanjut, sehingga akan memberikan nilai lebih, khususnya kepada para qori dan qoriah dan para penghapalnya.

“Selain itu, untuk meningkatkan semangat santri Blora dalam mempelajari Alquran, baik tajwid maupun lagu qariah yang indah, baca tulis dan kandungan Alquran,” ujarnya.

Sementara itu, Pengurus LPTQ Jateng, Ahmad Fanani menyampaikan bahwa safari pembinaan Tilawatil Qur’an merupakan putaran ke 32 di Jateng dalam upaya menggali potensi, mutu dan kemampuan para calon peserta MTQ/STQ. Selain itu, memovitasi qori-qoriah dan hafidz hafidzah khususnya di Kabupaten Blora ini agar lebih berkembang memperoleh prestasi yang maksimal dalam rangka persiapan mencapai tujuan sukses prestasi pada MTQ/STQ ke depan.

Fanani menekankan pentingnya pembinaan bagi para qari dan qariah, karena bibit-bibit qari dan qariah yang potensial di Jawa Tengah cukup banyak.

Namun, dia melihat secara umum pembinaan secara berkesinambungan masih belum optimal.
“Kendala di semua daerah adalah tidak ada yang memfasilitasi secara rutin melakukan pembinaan,” ujarnya.

Selain itu, bagi Jateng, MTQ mempunyai arti dan nilai strategis. Pada satu sisi menunjukkan, semarak syiar Islam melalui keindahan suara, tulisan, dan makna kandungan Alquran. Pada sisi lain menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pembangunan keagamaan karena agama merupakan bagian mendasar dalam pembangunan karakter bangsa.

''MTQ juga dapat dijadikan tolok ukur sejauh mana masyarakat mampu memahami dan menghayati kandungan Alquran.'' Pungkasnya.

Pihaknya berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Blora dan kemenag Blora  dalam pembinaan kehidupan keagamaan khususnya dalam peningkatan kualitas tilawatil Quran dengan mengalokasikan anggaran untuk lembaga keagamaan, TPA, maupun pengembangan tilawatil Quran.

Peserta pun dengan antusias mendapatkan pembinaan metode cara membaca alquran, menghafal dan melantunkan qori’ dan qoriah secara tartil dan baik. (ima)

Skip to content