Blora.
Pada Selasa (20/12) Seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Blora mengadakan Kursus/Pembinaan Pra Nikah bagi generasi muda setingkat SLTA yang ada di Blora bertempat di D’Joglo Blora.
Dalam Pembukaan oleh Kasi Bimas Islam Blora Drs. H Masfu’in Mag yang mewakili Kepala Kemenag Kabupaten Blora menyampaikan bahwa generasi muda adalah harapan bangsa supaya dibekali Iman dan Taqwa, dan Imtek (Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi).
Hal tersebut meurutnya penting sebagai bekal untuk mengarungi kehidupan di masyarakat yang semakin komplek dan maju, dan ada tiga hal yang perlu dipahami kalau kita ingin bahagia dunia, bahagia akherat serta bahagia dunia dan akherat (terhindar dari api neraka) maka harus dengan ilmu.
Maspuin menandaskan bahwa pemuda diharapkan nantinya menjadi pemimpin, karena dalam ajaran Islam bahwa setiap kita adalah pemimpin. Manusia diciptakan Allah SWT untuk menjadi kholifah di muka bumi. “Mumpung masih muda belajar dan terus belajar dulu, tuntutlah ilmu agar bisa menjadi orang yang berilmu dan menyampaikan ilmu (jadi Da’i) kepada orang lain kemudian setelah dewasa barulah menikah. Semoga dengan mengikuti Kursus/Pembinaan Pra Nikah ini bisa memberi motivasi dalam menatap masa depan agar semangat belajar dan tekun beribadah. Semoga bermanfaat dan mendapat ridlo Allah SWT”, demikian ungkap Maspuin.
Kursus yang diikuti yakni 60 siswa siswi dari SMA maupun SMK se Kota Blora, dilanjutkan dengan penyampaian materi pembinaan oleh nara sumber dari Ikatan Bidan Indonesia Departemen Kesehatan Kabupaten Blora; Ketua POKJALUH Blora dan Bimas Islam Kemenag Kabupaten Blora mulai pukul 08.00 s/d selesai pukul 13.30 WIB berlangsung lancar dan mendapat antusias peserta.
Rini dari Ikatan Bidan Indonesia memaparkan usia kematangan dalam manusia bereproduksi yang ideal erdasran ilmu kesehatan dan penjelasan ilmiahnya. “Usia Remaja/pemuda yaitu usia 10 s/d 24 tahun dan ini merupakan bonus demografi dan diharapkan usia ini bisa memberi kontribusi terhadap negara, dan pada Usia ini manuisa mempunyai tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga maupun masyarakat, bangsa dan negara”, demikian Ibu Rini dari Ikatan Bidan Indonesia dalam mengawali pemberian materi tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Menuju Keluarga yang Berkualitas.
Menurutnya, Pemuda mengalami proses perubahan baik fisik maupun psikis, dimana Pertumbuhan fisik yang ditandai antara lain dengan Menstruasi (untuk wanita) dan mimpi basah (bagi pria), tumbuh menjadi besar, suara berubah, tumbuh rambut di bagian tertentu seperti pada ketiak, kumis atau pada sekitar kemaluan dan lain lain. Sedangkan perkembangan psikis yaitu semakin dewasa anak remaja dengan ditandai rasa bertanggung jawab atas apa-apa yang dilakukan dan rasa keTuhanan yang dimiliki.
“Kita sebagai orang tua harus memantau/mengawasi serta mendampingi anak remaja agar tidak salah dalam pergaulan juga memberi arahan dengan mengajarkan ilmu agama. Agar anak remaja tidak terjerumus sek bebas dikendalikan melalui agama dan untuk mencegah perzinaan melalui pernikahan”
“ Maka itu benteng agama adalah penting, misalnya dengan dzikir pada Allah SWT akan membentengi pengaruh negatif dari media sosial dan sebagainya”ujarnya.
Rini juga menjelaskan tentang permasalahan Remaja diantaranya yaitu Pernikahan Dini yang merupakan potensi tertinggi di dunia, dan ada Faktor yang menyebabkan pernikahan dini antara lain Usia rendah (belum usia 18 tahun), Pendidikan rendah, faktor ekonomi, Kultur nikah muda, Perjodohan orang tua dan Sek bebas remaja, Kehamilan di luar nikah.
Adapun beberapa Akibat pernikahan dini yaitu Menyebabkan angka kematian ibu, Kekerasan dalam rumah tangga, Kesehatan reproduksi dan Sub Ordinasi/Droup out sekolah.
Sedangkan untuk mencari pasangan ideal yaitu harus seiman seagama dan sehat (tidak melakukan sex bebas), selain itu subur yang bisa menghasilkan keturunan. Jika remaja/pemuda optimis maka suatu negara akan mendapat rohmad dari Allah SWT. Pendewasaan perkawinan dimaksud agar remaja/pemuda itu matang dalam pertumbuhan fisik (alat reproduksi) maupun psikis (kedewasaan). Penundaan perkawinan agar mempersiapkan diri kejenjang pernikahan guna membentuk keluarga sakinah, mawaddah warohmah. Keluarga dibentuk melaui pernikahan yang syah yang dicatat di KUA. Adapun fungsi Keluarga adalah untuk Mendapatkan keturunan, Budaya, Menjadikan cinta kasih, Membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah warohmah, Perlindungan, Reproduksi dan Sosial dan Pendidikan.
Menurut Ketua POKJALUH Blora, Nuril Asyrori bahwa Penundaan Perkawinan dengan Perencanaan yang sebaik baiknya ini perlu agar tidak kena banyak resiko. Selain itu, menurutnya Pendidikan Kesehatan remaja menjelang pernikahan itu juga sangat penting,karena dalam ilmu Kesehatan ada larangan misal: jangan merokok, jangan narkoba lakukan yang baik-baik saja sesuai aturan kesehatan/agama, Jagalah kesehatan fisik untuk menjaga ketahanan tubuh, Tanamilah setiap jengkal tanah pekarangan kita dengan tanaman yang bergizi, Kita harus bisa memproduk telur dan susu dari sejengkal tanah yang kita punya.
“Dari keluarga keluarga akan membentuk bangsa Indonesia. Jika banyak keluarga ini baik maka baiklah suatu negara dan jika banyak keluarga yang rusak maka rusaklah suatu bangsa/negara”ungkapnya.
Dalam kesempatan menutup acara Kursus Pra Nikah bagi siswa siswi peserta dari SLTA se Kota Blora, Kasi Bimas Islam Kemenag Blora Drs. Masfu’in Mag juga menyanpaikan bahwa peserta ini akan diberi Sertifikat yang menjadi salah satu syarat ketika peserta pembinaan akan melangsungkan pernikahan.
“suatu saat kalau mau menikah sudah punya Sertifikat Akad Nikah, apabila belum sempat mengikuti Suscatin (Kursus Calon Pengantin) karena kesibukan kerja di luar kota misalnya maka Sertifikat ini bisa sebagai ganti tidak mengikuti Suscatin” pungkasnya.(ima/Kum)