Category: Berita

https://blora.kemenag.go.id/category/berita/

  • Bupati Blora Berikan Perhatian kepada Penyuluh Agama islam se-Kabupaten Blora

    Blora – “Mewakili seluruh jajaran Penyuluh Agama Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora kami sampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk Bupati dan Baznas atas kebijakannya telah memberikan perhatian kepada penyuluh agama,” ujar M. Fatah saat memberikan sambutan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Senin (17/04).

    Lanjutnya,Penyuluh Agama islam (PAI) siap berkoordinasi menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi maupun penyambung lidah masyarakat baik dalam hal kebijakan Kementerian Agama RI,program prioritas negara maupun program prioritas pemerintah Kabupaten Blora.

    “Kemudian ada prioritas penting Kabupaten Blora yaitu stunting penyuluh harus paham dan ikut menanggulangi. Kami jajaran penyuluh agama islam yang tersebar di 17 KUA siap mengawal dan sesarengan mbangun Blora,” kata Kakankemenag

    Dengan mengambil momen Lebaran 2023, Pemkab Blora membagikan santunan kepada penyuluh agama, relawan DPUPR, sekaligus memberi bantuan pengobatan kepada pasien kurang mampu yang tengah dirawat di RSUD dr. Soetijono Blora.

    Sementara itu, Ketua Baznas Blora, H. Achmad Sutaat mengatakan, bahwa program memberikan santunan dan bantuan tesebut merupakan realisasi asas manfaat zakat yang dikelola oleh Baznas.

    Kepada relawan Dinas PUPR dan penyuluh agama, Bupati Arief mengucapkan terimakasih atas dedikasinya selama ini untuk Blora.

    “Terimakasih atas dedikasinya panjenengan semua untuk kabupaten Blora. Semoga bermanfaat untuk masyarakat Blora secara umum dan dicatat sebagai amal baik oleh Tuhan,” lanjut Bupati.

    Di kesempatan itu, kepada para relawan Dinas PUPR maupun penyuluh agama Kemenag, Bupati Arief menyatakan dirinya dengan terbuka akan menerima segala saran, masukan maupun kritik. “Saya minta jangan sungkan untuk memberikan kami masukan, saran ataupun kritikan. Karena saya yakin itu semua untuk kebaikan kita bersama,” ungkapnya.

    Santunan berupa beberapa kebutuhan pokok ini diterima langsung oleh 138 Penyuluh Agama Islam Kankemenag Kabupaten Blora. (nn)

  • Kemenag Blora Gelar Rapat Koordinasi Satuan Kerja Secara Daring

    Blora – Serapan anggaran merupakan pencapaian kinerja Kementerian Agama dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat. Untuk memonitoring serapan anggaran ini, diadakan rapat kerja evaluasi serapan anggaran bulanan yang sudah dimulai sejak awal tahun 2023.

    Dalam kesempatan ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora, M. Fatah memimpin rapat koordinasi kinerja antar satker secara daring melalui aplikasi Zoom, Senin (10/4).

    Kegiatan rapat ini diikuti oleh Kasubbag TU, para Kasi dan Garazawa, Kepala Madrasah, Kepala KUA se-Kabupaten Blora, Pengawas PAI dan Madrasah, Ketua Pokjaluh, Perencana, Kepegawaian dan Bendahara pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora.

    Kakankemenag mengawali rapat dengan meminta kepada semua pihak yang berkaitan dalam pengelolaan anggaran agar dapat membangun pola kerja yang teratur, rapi dan cekatan.

    “Karena evaluasi anggaran setiap bulan itu penting, evaluasi dan solusi atas masalah pelaksanaan anggaran, utamanya adalah penanggung jawab anggaran perencana dan bendahara bagaimana supaya menata betul secara sistematis sehingga rencana penarikan dana masing-masing seksi setiap bulan benar-benar rapi, revisi dan sebagainya harus cekatan,” ujar M. Fatah

    Dalam rapat ini, masing-masing satuan kerja menyampaikan pencapaian serapan anggaran masing-masing dan program kerja yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

    Dari semua paparan, serapan anggaran keseluruhan masih di bawah 50 persen. Masing-masing satuan kerja menyampaikan banyaknya kegiatan yang akan diadakan pada bulan Mei 2023 sehingga pada bulan Juli ditargetkan serapan anggaran mencapai 70 persen. (nn)

  • Gelar Kampanye Mandatory Halal, Kemenag Blora Jaring 92 Pelaku Usaha

    Blora – Sebagai upaya percepatan program sertifikasi halal gratis (Sehati) untuk satu juta sertifikat bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK), hari ini Kantor Kementerian Agama turut menggelar Kampanye Mandatory Halal yang dilaksanakan di dua titik lokasi yaitu Pasar Jepon dan Pasar Sido Makmur.

    Kegiatan kampanye mandatory halal ini dibuka langsung oleh Kakankemenag Kabupaten Blora, M. Kafit didampingi para Kasi dan Garazawa serta Kepala KUA wilayah setempat.

    Kakankemenag saat membuka kegiatan juga menyampaikan pesan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumus tentang Kampanye Mandatory Halal.

    “Menyambut Ramadhan 1444 hijriyah, saya juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk mendaftarkan sertifikasi halal produk makanan, minuman, jasa sembelihan dan hasil sembelihan, bahan baku, bahan tambahan pangan, dan bahan penolong untuk produk makanan dan minuman, sebelum 17 Oktober 2024. Jika sampai 17 Oktober 2024 belum bersertifikat halal, maka dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Kakankemenag.

    Sementara itu Mohammad Toha Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Blora hadir memberikan dukungan atas pelaksanaan Mandatory Halal di Kabupaten Blora.

    “Kami dari bagian Kesra Kabupaten Blora sangat mendukung program sertifikat halal Kemenag yang saat ini disosialisasikan ke masyarakat. Dan kami juga berharap bahwa masyarakat bisa menyambut ini dengan antusias untuk mengurus sertifikat halal karena sertifikat halal ini akan menjadi jaminan produk-produk yang dihasilkan adalah halal,” ujar Toha

    Lanjutnya, ia mengatakan bahwa sertifikat halal nantinya akan menjadi jaminan kepada konsumen bahwa apa yang dibeli dan dimakan termasuk barang-barang yang halal.”Untuk itu sertifikat halal bukan hanya sekedar sertifikat. Tapi bisa jadi meningkatkan penjualan dari produk-produk yg dihasilkan terutama untuk UMKM di Kabupaten Blora,” tegasnya.

    Menurut keterangan Siti Nur’aini selaku Ketua Satgas Halal Kabupaten Blora hasil sosialisasi dalam Kampanye Mandatory Halal telah menjaring 92 pelaku UMK.

    “Alhamdulillah, kampanye hari ini di Pasar Jepon dan Pasar Sido Makmur Blora meningkatkan semangat para pelaku UMK untuk mendaftarkan produk mereka memiliki sertifikat halal. Ada 92 pelaku usaha yang sudah mendaftar ke kami,” terang Anik. (nn)

  • Kemenag Blora Siap Lakukan Kampanye Mandatory Halal Besok Pagi

    Blora (17/03) – Kampanye Mandatory Halal akan dilaksanakan serentak pada Sabtu 18 Maret 2023 di 1000 titik lokasi keramaian di seluruh Indonesia.

    Dalam kesempatan ini Penyelenggara Zakat dan Wakaf pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora telah menetapkan dua titik lokasi kampanye. Untuk Kabupaten Blora, kampanye mandatory halal akan dilaksankan di Pasar Jepon dan Pasar Induk Sido Makmur.

    Kasubbag TU Mustaqim saat membuka kegiatan rapat persiapan Mandatory Halal Selasa (14/03) menyampaikan dukungan Kakankemenag dan berbagai pihak dari Kabupaten Blora dalam salah satu program prioritas Kemenag yaitu Program Sertifikasi Halal.

    Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa 17 Oktober 2024, semua produk makanan dan minuman, jasa penyembelihan dan hasil sembelihan, serta bahan baku, bahan tambahan pangan, dan bahan penolong untuk produk makanan dan minuman, harus sudah bersertifikat halal.

    “BPJPH atau Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama mengaungkan Sertifikasi Halal dimana seseuai dengan UU Nomor 33 Tahun 2014 bahwa semua produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal,” kata Kasubbag.

    Oleh karenanya, melalui Kampanye Mandatory Sertifikasi Halal 2024 agar Program Sehati dapat tersosialisasikan dengan baik, percepatan sertifikasi halal segera terwujud maka ia meminta dukungan dan kekompakan para Penyuluh dan Satgas Halal Kabupaten Blora memaksimalkan Kampanye Mandatory Halal yang akan diselenggarakan besok Sabtu, 18 Maret 2023.

    Dalam kesempatan tersebut, Siti Nur’aini selaku Penyelenggara Zakat dan Wakaf sekaligus Ketua Tim Satgas Halal Kabupaten Blora menerangkan bahwa kegiatan Kampanye Mandatory Halal akan dilaksanakan serentak se-Indonesia.

    “Kegiatan besok dilakukan serentak se-Indonesia untuk Kabupaten Blora sendiri akan dilaksanakan di dua titik yaitu di Pasar Jepon dan Pasar Induk Sido Makmur Blora,”. terang ketua tim satgas yang biasa disapa Anik.

    Lanjutnya, kegiatan Mandatory Halal akan dilaksanakan pukul 9 pagi sampai waktu dzuhur.

    “Kami mengajak tim satgas halal ada Pendamping PPH, serta mengajak jajaran pejabat di Kantor Kemenag Blora Bapak Ibu Kasi untuk turut mensukseskan program prioritas Kementerian Agama ini,” imbuhnya.

    Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memberikan kemudahan dalam pendaftaran sertifikasi halal dengan memberikan dua mekanisme, yaitu sertifikasi halal self-declare dan sertifikasi halal reguler. Sertifikasi halal melalui mekanisme self-declare diperuntukan bagi Pelaku Usaha Mikro dan Kecil yang proses produk halalnya dilakukan secara sederhana dan tidak dikenakan biaya dalam proses sertifikasinya (gratis). (nn)

  • Merdeka Belajar, MTs PSM Randublatung Perkuat Literasi Digital bersama UIN Walisongo dan Telkomsel

    Blora – MTs Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) Randublatung mengadakan pelatihan literasi digital pada (27/2). Kepala sekolah MTs PSM Randublatung, Rohmadi,M.Pd. menyampaikan bahwa di era digital, pelatihan literasi media sangat diperlukan.

    “Di era saat ini pelatihan literasi media ini menjadi hal yang penting karena perkembangan teknologi yang pesat dan menjadi kebutuhan primer. Selain itu proses dan kegiatan bisa lebih cepat, mudah dan efisien. Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatannya dan ini bagian dan penerapan merdeka belajar di Sekolah. Siswa siswi jadi lebih memahami lagi tentang Literasi Digital dan Moderasi Beragama,” kata Rohmadi.

    Pelatihan Literasi Digital yang diikuti oleh 200 siswa dan siswi MTs PSM ini merupakan bagian dari Merdeka Belajar di MTs PSM dan Pengabdian Masyarakat Kolaboratif dari UIN Walisongo Semarang dengan Telkomsel Jateng DIY.

    “Kegiatan ini bagian dari Merdeka Belajar agar pembelajaran tidak hanya terbatas dikelas namun mendatangkan praktisi dari luar. Literasi digital yang sudah diterapkan adalah pemanfaatan media sosial dan website untuk proses belajar mengajar salam pandemi dan membantu sekolah untuk menyampaiakan prestasi siswa dan siswi baik akademik dan non akademik,” lanjutnya.

    Sejalan dengan hal tersebut Wildan Adi Nugraha Corporate Communications Telkomsel Jateng DIY menyampaikan bahwa dengan internet siswa-siswi bisa belajar dengan mudah dan harus cerdas dalam berinternet.

    “Internet seperti halnya mata pisau, bisa berdampak positif maupun negatif tergantung dari penggunanya. Sisi positifnya mudahkan kita berkomunikasi dan berbagi informasi dengan siapapun, sisi negatifnya saat ini mulai timbul kejahatan internet seperti cyberbullying, penipuan, penyebaran berita hoax dll. Untuk itu kita harus cerdas dalam berinternet,” katanya.

    Untuk mewujudkan internet yang BAIK (Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif dan Kreatif) menurutnya, ada beberapa prinsip cerdas berinternet yang bisa digunakan acuan diantaranya keep playing or stop, click or close, think berfore posting , wise while online, saring before sharing.

    “Program Internet Baik merupakan Corporate Social Responsibility Telkomsel untuk mendorong dan membangun ekosistem digital secara positif, konstruktif dan bernilai tambah,” terang Wildan.

    Dilanjutkan oleh pemateri kedua, Alifa Nur Fitri M.I.Kom.,AMIPR Dosen Public Relations UIN Walisongo Semarang sekaligus Ketua YPI PSM Blora memaparkan tentang Moderasi Beragama Penting dalam Kehidupan Keberagamaan di Indonesia.

    “Moderasi beragama menurut Kementerian Agama adalah cara pandang,sikap dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum berlandaskan prinsip adil, berimbang dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa,” ucapnya.

    Ia berharap siswa-siswi MTs PSM Randublatung memiliki sikap sesuai dengan empat indikator dalam moderasi beragama yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan penerimaan terhadap tradisi lokal.

    Untuk lebih memahami moderasi beragama, Alifa mengajak siswa-siswi di Aula MTs PSM tersebut untuk menonton Film “ULEM” karya Mahasiswa UIN Walisongo yaitu Bahtiar, Zainudin dan Pepih yang mendapatkan juara 3 Lomba PESONA PTKN 2022.

    Sebagai informasi, MTs PSM Randublatung sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan dari Jurusan Komunikasi dan Penyiaran UIN Walisongo. Salah satu hasilnya adalah MTs PSM memiliki kesadaran pentingnya media dan moderasi beragama. Saat ini MTs PSM Randublatung sudah dikelola dengan baik oleh tim media yang terdiri dari guru dan siswa dan mengkomunikasikan capaian prestasi MTs PSM Randublatung seperti siswa berprestasi di Pekan Olah Raga Pelajar di Tingkat Kabubaten Blora, Siswa Berprestai di Olimpiade Sains dan Bahasa dan berbagai kegiatan sekolah. (psm/nn)

  • Kakankemenag Buka Kegiatan Pelatihan Mandiri Kurikulum Merdeka di Wilayah Binaan 5

    Blora – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora buka kegiatan Pelatihan Mandiri Kurikulum Merdeka Madrasah Tsanawiyah Wilayah Binaan V yang bertempat di MTs PSM Randublatung, Rabu (23/02).

    Dalam kesempatan tersebut Solikin Pengawas Madrasah, dalam sambutannya, ia mengatakan pelatihan tersebut dilaksanakan secara mandiri bekerjasama dengan sebelas MTs di wilayah Randublatung dan Kradenan.

    Lanjutnya, sesi pelatihan tersebut diawali dengan pembahasan struktur kurikulum madrasah dan dilanjutkan diskusi kelompok berdasarkan mata pelajaran.

    Kakankemenag M.Kafit saat membuka acara tersebut mengimbau guru untuk terus adaptif terhadap perubahan kurikulum.

    “Dengan adanya kurikulum yang terus berkembang, guru harus adaptif. Dengan prinsip keteladanan, guru memberi motivasi dan dapat membentuk kreativitas pada peserta didik. Tidak sembarang namun dengan rambu-rambu,” kata M. Kafit

    M. Kafit berharap di akhir semester 2022/2023 madrasah sudah ada yang berhasil menerapkan kurikulum merdeka.

    Dalam implementasi kurikulum merdeka ada beberpa konsep yang harus diperhatikan, lanjut Kakankemenag, diantaranya penyederhanaan kurikulum, memberi ruang kreasi dan fleksibilitas dalam merumuskan bahan ajar.

    Melalui Berkreasi dengan kemandirian madrasah, Kakankemenag yakin madrasah bisa berhasil menerapkan kurikulum merdeka. (humas)

  • Revitalisasi KUA,Utusan KUA Se-Kabupaten Blora Ikuti Kegiatan Peningkatan Kualitas Managemen Kelembagaan KUA

    Blora (17/02) – Seksi Bimas Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora menggelar kegiatan Peningkatan Kualitas Managemen Kelembagaan bagi Kantor Urusan Agama se-Kabupaten Blora. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala KUA dan perwakilan KUA Kecamatan se-Kabupaten Blora.

    Menurut Kasi Bimas Islam, H. Kholid kegiatan ini digelar untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar lebih baik.

    Dalam laporannya, ia mengatakan bahwa goals dari kegiatan ini adalah setiap KUA di Kabupaten Blora dapat aktif melakukan pelayanan dan publikasi informasi secara online melalui media sosial maupun blog.

    “Kami berharap nanti KUA bisa membuat flyer sebagai media dakwah atau berbagi informasi seputar pelayanan KUA. Saya berharap seminggu dari kegiatan hari ini harus sudah ada hasilnya,” kata Kholid

    Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora (Kakankemenag) M. Kafit mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan Peningkatan Kualitas Managemen Kelembagaan bagi Kantor Urusan Agama se-Kabupaten Blora.

    “Dengan kegiatan ini kami berharap tidak lain bisa membawa KUA untuk meningkatkan pelayanan kita kepada masyarakat. Sesuai dengan program prioritas Kemenag yaitu Revitalisasi KUA maka kita akan selalu berupaya melakukan perbaikan-perbaikan layanan masyarakat di KUA,” ucap Kakankemenag

    M. Kafit juga menegaskan kepada Kepala KUA untuk berhati-hati dan cermat dalam mengelola anggaran operasional KUA atau BOP.

    “Dengan adanya BOP kita jangan sampai main-main terkait BOP. Karena dengan bantuan operasional benar-benar kita gunakan dengan perencanaan atau program kegiatan yang tepat dan sesuai kebutuhan KUA. Semua harus tercover,” terangnya.

    Kakankemenag menyampaikan terdapat empat tujuan strategis dari revitalisasi KUA. “Tujuan strategis pertama yaitu, untuk meningkatkan kualitas umat beragama, kedua untuk memperkuat peran KUA dalam mengelola kehidupan keberagamaan,” ujarnya

    Tujuan strategis ketiga, lanjut M. Kafit, untuk memperkuat program dan layanan keagamaan. Dan tujuan strategis keempat, untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan KUA sebagai pusat layanan keagamaan.

    “Revitalisasi ini juga meliputi penyempurnaan standar pelayanan publik pada KUA Kecamatan, transformasi digital. Dan sekarang adalah eranya digitalisasi semua kegiatan serba aplikasi oleh karena itu KUA harus bisa mengikuti,” tandas M. Kafit

    Adapun Kegiatan Peningkatan Kualitas Managemen Kelembagaan bagi Kantor Urusan Agama se-Kabupaten Blora yang digelar di RM Mr. Green tersebut bertindak sebagai narasumber Kakankemenag M. Kafit, S.Ag., M.Pd, Kasi Bimas Islam Kholid S.Ag dengan materi Penguatan Kelembagaan KUA Tahun 2023, dan Humas Kemenag Blora Nike Nurjannah S.Sos menyampaikan materi tentang Membangun Brand Instansi Membangun Kepercayaan serta pelatihan membuat flyer, media sosial dan blog. (humas)

  • Sosialisasi PHBS, Kakankemenag Ingatkan Ponpes Terhadap Kebersihan Hingga Kemandirian Ekonomi Pesantren

    Blora – “Sekarang sudah tidak jamannya santri masih Gudiken” ujar M. Kafit saat membuka kegiatan Sosialisasi Pesantren Ramah Anak dan Peningkatan Perilaku Hidup Bersih Sehat di Pesantren, Kamis (16/02).

    Scabies atau gatal-gatal atau yang lebih dikenal dengan gudik menjadi penyakit yang paling banyak diderita oleh santri pondok pesantren (ponpes).

    “Kalau dengar kata pondok pasti tidak jauh dengan Gudik atau Gudiken, nah itu pasti kita tidak asing dan pernah mengalami bagi yang mondok. Tapi kalau sekarang mungkin sudah jarang ditemui karena sumber air juga sudah banyak, banyak pondok juga sudah perhatian dengan kesehatan lingkungan pondok,” terang Kakankemenag

    Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan faktor utama penentu status kesehatan masyarakat pesantren (pimpinan pesantren, ustadz/ustadzah, santri, pegawai lainnya di pesantren).

    Menurutnya, dengan diadakannya kegiatan PHBS ini oleh Seksi PD Pontren Kemenag Blora, M. Kafit berharap para pimpinan pondok memiliki perhatian khusus kepada lingkungan pondok pesantren agar selalu menjaga kebersihan.

    Dalam kesempatan tersebut M. Kafit yang didampingi oleh Kasi PD Pontren H. Immawan Eko Fakhruddin juga memberikan arahan kepada pimpinan ponpes se-Kabupaten Blora terkait kebijakan pemerintah tentang kemandirian pesantren.

    “Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua dengan eksistensi zaman tetap eksis dan semakin berkembang. Di Kabupaten Blora sendiri jumlah pondok pesantren yang aktif di EMIS ada 94 pondok,” ucap M. Kafit.

    Pesantren telah menjadi lembaga pendidikan Islam yang tertua, unik dan terus berkembang. Kedudukan pesantren sejak dulu tidak hanya sekedar sebagai lembaga keagamaan dan lembaga pendidikan (pendidikan keagamaan), namun juga sebagai lembaga sosial kemasyarakatan (local community organization) yang memiliki pengaruh kuat di masyarakat.

    Harapnya, dengan perkembangan zaman Pondok Pesantren di Kabupaten Blora bisa maju dan tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan tetapi juga kemandirian ekonomi pesantren.

    “Kemandirian pesantren menjadi prioritas Kemenag RI sekaligus menjadi peta jalan kemandirian ekonomi yang dicanangkan oleh Wakil Presiden sejak tahun 2021,” kata Kakankemenag.

    Ia juga menyampaikan gambaran bisnis yang dikelola oleh beberapa pesantren di Kabupaten lain sehingga dapat menjadi pandangan bagi ponpes di Blora.

    Kegiatan PHBS ini dilaksanakan di Saung Mekar Sari, Blora dengan mendatangkan pemateri dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Dr. Dias Pusporini dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Blora Dra. Indah Purwoningsih MSI. (nn)

  • Kemenag Blora Gelar Asistensi e-AIW

    Blora – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora melalui Penyelenggara Zakat dan Wakaf melaksanakan Sosialisasi Asistensi Pelaksanaan Elektronik Akta Ikrar Wakaf (e-AIW) yang dilaksanakan di RM Saung Mekar Sari, Rabu (16/02).

    Penyelenggara Zakat Wakaf Siti Nur’aini menuturkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memaksimalkan dan membekali para peserta dalam pengoperasian aplikasi digital pembuatan Akta Ikrar Wakaf (e-AIW). Adapun kegiatan ini diikuti oleh penyuluh dan operator SIWAK kecamatan se-Kabupaten Blora.

    “Kegiatan asistensi e-AIW sangat perlu dilakukan untuk mempermudah proses Akta Ikrar Wakaf. Melalui aplikasi e-AIW kita bisa melakukan pendaftaran secara online dengan mengupload dokumen sesuai dengan persyaratan dalam pengajuan pensertifikatan tanah wakaf, sehingga dokumen tercatat secara digital,” jelas Nur’aini.

    Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora M. Kafit dan narasumber Attan Avaron dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah.

    Kakankemenag, “nanti ketika ada masyarakat yang berniat untuk mewakafkan hartanya di jalan Allah baik harta bergerak, tidak bergerak dan harta bergerak berupa uang, siapa yang akan mewakafkan hartanya misal perorangan atau suatu badan maka mereka sudah memahami prosedur dan langkah-langkah yang akan dilakukan,” kata M. Kafit

    “saya berharap setelah dilaksanakannya asistensi pelaksanaan elektronik akta ikrar wakaf, perlu ditindaklanjuti oleh kantor urusan agama utamanya para penyuluh untuk memberikan sosialisasi terkait e-AIW kepada masyarakat,” lanjutnya.

    Dalam kegiatan asistensi ini, peserta diharuskan untuk membuat dua akun, dimana satu akun yang dibuat untuk Kepala KUA selaku Pejabat Pembuat Ikrar Wakaf (PPAIW), dan satu akun lagi yang dikelola operator untuk wakif/nadzir yang memiliki keterbatasan pengetahuan dalam menggunakan perangkat digital.

    e-AIW merupakan penyempurnaan dari aplikasi SIWAK. Melalui aplikasi ini, penerima layanan bisa melakukan pendaftaran secara online dengan cara mengupload langsung dokumen yang dipersyaratkan dalam pengajuan pensertifikatan tanah wakaf, sehingga semua dokumen terdokumentasikan secara digital lengkap dengan foto kegiatan dan lokasi tanah wakaf, posisi longitude dan latitudenya. (nn)

  • Guru PAI Blora Siap Terima Pencairan TPG

    Blora – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora M. Kafit didampingi Ketua Pokjawas PAI Abdul Jalil membuka dan memberikan arahan dalam acara Rapat Koordinasi Pencairan TPG Guru PAI PNS bertempat di Gedung PLHUT Kemenag Blora, Selasa (14/02).

    Rapat persiapan diikuti oleh guru PAI dari SD, SMP, SMA dan admin SIAGA EMIS se-Kabupaten Blora. Tujuannya adalah untuk persiapan proses pencairan TPG, dimana secara teknis persyaratan harus disiapkan sedini mungkin. Sehingga pada saat proses pencairan tiba, mereka tinggal mengumpulkan berkasnya.

    Kakankemenag dalam arahannya terhadap guru PAI menyampaikan selamat kepada guru PAI yang telah lulus PPG dan akan mendapatkan pencairan TPG ini.

    Guru Agama sambung M. Kafit merupakan guru yang memiliki peranan penting di sekolah. Pendidikan agama siswa seperti kemampuan baca Al-Quran, sholat, pendidikan karakter dan ibadah lainnya merupakan tanggung jawab guru PAI.

    Terkait dengan TPG Guru PAI, M. Kafit meminta guru PAI tertib administrasi. “Bagi yang sudah diusulkan dan menjadi penerima TPG, agar segera melengkapi persyaratan administrasinya karena jika terlambat hal ini juga akan menghambat pencairan TPG,” ucapnya.

    Pada kesempatan yang sama, M. Kafit menyampaikan tentang target serapan anggaran tahun 2023 diharapkan Seksi PAI pada bulan Juli 2023 sudah mencapai serapan anggaran 70%.

    “Oleh karena itu dalam pencairan ini mestinya kami juga ada target dari Kemenag pusat bahwa di bulan Juli anggaran harus sampai tujuh puluh persen. Kegiatan-kegiatan yang ada di PAIS tolong segera dieksekusi dalam pelaksanaan anggaran dan perencanaan,” kata Kakankemenag.

    Di hadapan 60 peserta tersebut, M.Kafit menegaskan bahwa terkait dengan pencairan TPG, M.Kafit mengatakan tidak ada pungli di Kemenag Blora.

    “Jika ada pungli, maka akan kami proses. Jika ada aduan maka perlu dibuktikan dan dilaporkan,” tegasnya. (nn)

Skip to content