Blora – MTs Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) Randublatung mengadakan pelatihan literasi digital pada (27/2). Kepala sekolah MTs PSM Randublatung, Rohmadi,M.Pd. menyampaikan bahwa di era digital, pelatihan literasi media sangat diperlukan.

“Di era saat ini pelatihan literasi media ini menjadi hal yang penting karena perkembangan teknologi yang pesat dan menjadi kebutuhan primer. Selain itu proses dan kegiatan bisa lebih cepat, mudah dan efisien. Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatannya dan ini bagian dan penerapan merdeka belajar di Sekolah. Siswa siswi jadi lebih memahami lagi tentang Literasi Digital dan Moderasi Beragama,” kata Rohmadi.

Pelatihan Literasi Digital yang diikuti oleh 200 siswa dan siswi MTs PSM ini merupakan bagian dari Merdeka Belajar di MTs PSM dan Pengabdian Masyarakat Kolaboratif dari UIN Walisongo Semarang dengan Telkomsel Jateng DIY.

“Kegiatan ini bagian dari Merdeka Belajar agar pembelajaran tidak hanya terbatas dikelas namun mendatangkan praktisi dari luar. Literasi digital yang sudah diterapkan adalah pemanfaatan media sosial dan website untuk proses belajar mengajar salam pandemi dan membantu sekolah untuk menyampaiakan prestasi siswa dan siswi baik akademik dan non akademik,” lanjutnya.

Sejalan dengan hal tersebut Wildan Adi Nugraha Corporate Communications Telkomsel Jateng DIY menyampaikan bahwa dengan internet siswa-siswi bisa belajar dengan mudah dan harus cerdas dalam berinternet.

“Internet seperti halnya mata pisau, bisa berdampak positif maupun negatif tergantung dari penggunanya. Sisi positifnya mudahkan kita berkomunikasi dan berbagi informasi dengan siapapun, sisi negatifnya saat ini mulai timbul kejahatan internet seperti cyberbullying, penipuan, penyebaran berita hoax dll. Untuk itu kita harus cerdas dalam berinternet,” katanya.

Untuk mewujudkan internet yang BAIK (Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif dan Kreatif) menurutnya, ada beberapa prinsip cerdas berinternet yang bisa digunakan acuan diantaranya keep playing or stop, click or close, think berfore posting , wise while online, saring before sharing.

“Program Internet Baik merupakan Corporate Social Responsibility Telkomsel untuk mendorong dan membangun ekosistem digital secara positif, konstruktif dan bernilai tambah,” terang Wildan.

Dilanjutkan oleh pemateri kedua, Alifa Nur Fitri M.I.Kom.,AMIPR Dosen Public Relations UIN Walisongo Semarang sekaligus Ketua YPI PSM Blora memaparkan tentang Moderasi Beragama Penting dalam Kehidupan Keberagamaan di Indonesia.

“Moderasi beragama menurut Kementerian Agama adalah cara pandang,sikap dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum berlandaskan prinsip adil, berimbang dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa,” ucapnya.

Ia berharap siswa-siswi MTs PSM Randublatung memiliki sikap sesuai dengan empat indikator dalam moderasi beragama yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan penerimaan terhadap tradisi lokal.

Untuk lebih memahami moderasi beragama, Alifa mengajak siswa-siswi di Aula MTs PSM tersebut untuk menonton Film “ULEM” karya Mahasiswa UIN Walisongo yaitu Bahtiar, Zainudin dan Pepih yang mendapatkan juara 3 Lomba PESONA PTKN 2022.

Sebagai informasi, MTs PSM Randublatung sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan dari Jurusan Komunikasi dan Penyiaran UIN Walisongo. Salah satu hasilnya adalah MTs PSM memiliki kesadaran pentingnya media dan moderasi beragama. Saat ini MTs PSM Randublatung sudah dikelola dengan baik oleh tim media yang terdiri dari guru dan siswa dan mengkomunikasikan capaian prestasi MTs PSM Randublatung seperti siswa berprestasi di Pekan Olah Raga Pelajar di Tingkat Kabubaten Blora, Siswa Berprestai di Olimpiade Sains dan Bahasa dan berbagai kegiatan sekolah. (psm/nn)

Skip to content