Tag: kemenagblora

  • Desa Purworejo, Kampung Zakat Pertama di Kabupaten Blora

    Blora- Penyelenggara Zakat dan Wakaf pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Pendampingan Kampung Zakat di Desa Purworejo, Kecamatan Blora Kota.

    Program Kampung Zakat merupakan program Kerjasama Kemenag dengan Baznas dan Lembaga Amil Zakat yang telah dimulai pada tahun 2018. Adapun pada tahun 2024, Desa Purworejo Kecamatan Blora terpilih sebagai Kampung Zakat Pertama di Kabupaten Blora.

    Kampung Zakat ini merupakan program dari Kemenag dengan sasaran desa dan wilayah tertinggal. Adapun Desa Purworejo berdasarkan data dari Pemkab Blora merupakan daerah zona merah kemiskinan di Kecamatan Blora.

    Dalam kegiatan Kampung Zakat ini merupakan aksi nyata dari peran berbagai lembaga zakat yang berbasis pencapaian output dan outcome melalui pemberdayaan masyarakat, sehingga hasilnya jelas langsung dirasakan oleh penerima.

    Dalam program ini sekelompok masyarakat berpenghasilan rendah kan dibina dan diberdayakan dengan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS), sehingga ke depan dapat menjadi stimulasi dalam menguatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

    Siti Nur’aini Penyelenggara Zakat Wakaf Kankemenag Kabupaten Blora dalam laporannya mengatakan bahwa ke depannya Kemenag Blora bersinergi dengan Baznas dan Lembaga Amil Zakat akan mendampingi Desa Purworejo menjadi desa yang lebih produktif.

    “Kemenag sebagai inisiator program Kampung Zakat ini mencakup berbagai sektor diantaranya mencakup ekonomi, pendidikan, dakwah, kesehatan dan sektor sosial kemanusiaan”, ucap Nur’aini.

    Adapun Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora, Mustaqim, dalam sambutannya mengatakan bahwa program ini merupakan upaya negara untuk meningkatkan perekonomian umat melalui optimalisasi dana zakat.

    “Kami berharap, dengan adanya pendampingan Kampung Zakat ini, masyarakat Desa Purworejo yang awalnya sebagai Mustahik, kami harap nantinya dapat berubah menjadi Muzaki”, ujar Mustaqim.

    Lanjutnya, banyak manfaat yang didapat dengan hadirnya Kampung Zakat ini. Ia juga berharap kolaborasi yang solid antar Kemenag, Baznas, Lembaga Amil Zakat dan pemerintah sangat diharapkan untuk menunjang kesuksesan program ini. Mustaqim berharap nantinya Kampung Zakat tidak hanya hadir di Desa Purworejo tapi juga tumbuh di desa se-Kabupaten Blora.

    Dalam kesempatan ini, Harun selaku Kepala Desa Purworejo menyambut baik program Kampung Zakat sinergitas antar Kemenag, Baznas dan Lembaga Amil Zakat.

    Kegiatan Rakor ini bertempat di Balai Desa Purworejo, Rabu (10/07).Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Plt Kepala Kantor Kemenag Blora, Garazawa, Tim Baznas, Camat Blora, Kepala dan perangkat Desa Purworejo, Kepala KUA Blora I dan II, penyuluh agama Islam dan perwakilan masyarakat Desa Purworejo. (nn)

  • Gebyar Moderasi, Kemenag Blora Gelar Lomba Mewarnai dan Sosialisasi Pengelolaan Sampah

    Blora (Humas Kemenag) – Rabu (19/06) bertempat di Balai Desa Sumurboto, Seksi Bimas Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora menggelar kegiatan Gebyar Moderasi. Kegiatan Gebyar Moderasi ini merupakan salah satu Program pengembangan Desa Moderasi Beragama yang digagas oleh Kementerian Agama RI.

    Tampak hadir dalam kegiatan ini, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora Mustaqim, Kasi Bimas Islam Kholid, Camat Jepon beserta Forkopimcam, Kepala Desa Sumurboto Suparti, Penyuluh Agama. Adapun peserta dalam kegiatan tersebut adalah masyarakat Desa Sumurboto yang terdiri dari beberapa agama, FKUB, tokoh agama serta ketua RT dan RW. Serta menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora dalam Sosialisasi Pengelolaan Sampah.

    Adapun rangkaian Kegiatan Gebyar Moderasi Beragama ini adalah Lomba Mewarnai anak-anak TK, Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Dialog Lintas Iman.

    Kholid, Kasi Bimas Islam dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik moderasi beragama di Kampung Moderasi serta sebagai model lingkungan yang damai dan harmonis.

    “Dalam kegiatan Gebyar Moderasi ini nanti akan kami laksanakan tiga kegiatan. Dua kegiatan hari ini dan yang Dialog Keagamaan akan dilaksanakan pada tanggal 26 Juni,” terang Kholid saat menyampaikan sambutannya.

    Adapun Suparti, Kepala Desa Sumurboto dalam memberikan sambutannya mengatakan bahwa ia menyambut baik kegiatan positif ini.

    “Desa kami merupakan Kampung Moderasi ada beberapa agama, namun sampai saat ini tidak ada yang membeda-bedakan. Kita sama, damai sejahtera. Dan tidak ada eyel-eyelan disini”, kata Suparti.

    Mustaqim selaku Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora mengucapkan terima kasih kepada kepada Kades Suparti atas kesempatan yang diberikan. Ia juga beraharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat menambah ketentraman, kenyamanan masyarakat. (nn)

  • Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora Gelar Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama

    Blora (Humas Kemenag) – Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora membuka kegiatan Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama, Rabu (12/06). Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari 12 s.d 13 Juni 2024 berlangsung di Hotel Almadina Blora menghadirkan dua narasumber dari Kementerian Agama RI.

    Mustaqim dalam arahannya mengatakan bahwa Penguatan Moderasi Beragama tidak hanya tugas dari Kementerian Agama melainkan semua pihak. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini peserta yang hadir dapat menjadi pioneer dalam merawat moderasi beragama di masyarakat sekitar. Misalnya saja sebagai pengawas madrasah, ia perlu memahamkan moderasi beragama kepada guru hingga murid.

    “Dengan begini saya berharap masyarakat di Kabupaten Blora akan terus damai, adem ayem hidup saling berdampingan. Seperti saat ini yang sudah damai, semoga akan damai selalu penuh toleransi” ujar Mustaqim saat menyampaikan sambutannya.

    Mustaqim berharap, peserta dapat mengikuti kegiatan ini sampai selesai serta mendapatkan pemahaman yang utuh terkait dengan konsep penguatan moderasi beragama yang diusung Kementerian Agama. Dikatakan Mustaqim, setelah mendapat sosialisasi ini, diharapkan mampu menguasai empat indikator Moderasi Beragama.

    Penyuluh Agama Islam, Pengawas Madrasah dan Sekolah,Kepala Madrasah, Penghulu serta perwakilan dari masing-masing Seksi pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora mengikuti kegiatan ini dengan penuh riang gembira.

    Plt Kakankemenag menyebutkan, Penguatan Moderasi Beragama akan memperkuat pemahaman yang positif terkait relasi agama dengan negara. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan tata kehidupan beragama dan bernegara yang harmonis, rukun, damai dan toleran di tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Blora. (nn)

  • Plt Kakankemenag Imbau Kepala KUA dan Penghulu Tidak Melakukan Pungli Dalam Bentuk Apapun

    Blora (Kemenag) – Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora, Mustaqim didampingi Kasi Bimas Islam, Kholid, memberikan pembinaan kepada Kepala dan Penghulu se-Kabupaten Blora yang bertempat di RM Latansa, Kamis (7/6).

    Pertemuan ini dialksankaan berdasarkan Surat Edaran Dirjen Bimas Islam No. 4/DJ.III/PW.00/05/2024 tentang Pencegahan Pemalsuan Dokumen Nikah dan Pungutan Liar (Pungli) dalam Layanan KUA.

    Dikatakan Plt Kakankemenag, pungli merupakan salah satu tindakan melawan hukum yang diatur dalam Undang-Undang No. 31 Tahun 1999.

    “Pungutan liar itu merupakan Tindakan korupsi dan merupakan kejahatan luar biasa yang harus diberantas, maka jangan dekati pungli. Kita bekerja yang normal saja, kerja yang benar sesuai tugas dan fungsi semoga mendapat berkahnya”, jelas Mustaqim

    Mustaqim juga menjelaskan tentang biaya nikah yang dikeluarkan oleh masyarakat saat melangsungkan pernikahan. Dimana ia katakan biaya nikah yang dilakukan di luar jam kantor adalah Rp. 600.000 yang disetorkan langsung ke rekening Kementerian Agama Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Biaya nikah di luar KUA dikenakan tarif Rp. 600.000 tersebut sudah termasuk honor dan biaya transportasi untuk penghulu.

    Pungli merupakan salah satu highlight Plt Kakan kepada peserta rapat agar tidak melakukannya. Selain itu kepada peserta rapat, Mustaqim meminta mereka agar mengindahkan Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Kemenag RI dalam rangka mewujudkan kualitas dalam pelayanan, diantaranya adalah memegang prinsip-prinsip berikut:

    1. Tidak melakukan pungutan liar atau pungutan di luar ketentuan alam bentuk apapaun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
    2. Tidak melakukan candaan an arahan serta menggiring opini masyarakat untuk memberikan hadiah ataupun imbalan tanda terima kasih kepada petugas KUA.
    3. Agar memberikan pelayanan dengan tata krama yang baik dan penuh kesantunan an idak mempersulit layanan sepanjang telah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
    4. Kepala KUA wajib melakukan pengendalian proses pencatatan nikah dengan melakukan pengawasan, pemeriksaan dan memastikan kelengkapan an kebenaran dokumen persyaratan nikah sebelum menginput ke dalam aplikasi Sistem Manajemen Nikah (SIMKAH)
    5. Untuk mencegah pemalsuan dokumen nikah dan penginputan data nikah yang tidak sesuai dengan prosedur, Kepala KUA wajib melakukan pengendalian pelaksanaan tugas-tugas penghulu dan pelaksana serta tenaga bantu yang ada di KUA agar terbangun susasana kerja yang kondusif, tertib dan penuh integritas. (nn)
  • Berpegang “ERaT” Pesan Plt Kakankemenag kepada Pengurus Pokjaluh yang Telah Dikukuhkan

    Kab. Blora (Humas) – Pengurus Kelomok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam periode 2024-2027 resmi dikukuhkan oleh Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora pada Rabu (22/05).

    H. Mustaqim selaku Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora secara langsung mengukuhkan pengruus Pokjaluh yang dikomandoi oleh Ketua terpilih Marsi, S.Ag, disaksikan oleh Kasi Bimas Islam H. Kholid. Pengukuhan tersebut didasarkan pada Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora No. 238 Tahun 2024 tentang Penetapan Pengurus Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam Masa Bakti 2024-2027.

    Kasi Bimas Islam, Kholid, memberikan apresiasi kepada penyuluh agama Islam atas kinerjanya membantu mensukseskan program kerja Seksi Bimas Islam.
    “Saya memberikan apresiasi kepada Penyuluh Agama Islam, adanya mereka sangat membantu Bimas dalam mensuskeskan program kerja. Dimana dalam Waktu dekat ini besok pada tanggal 27 Mei 2024 akan dilaksanakan program Sejuta Kiblat, Penyuluh Agama Islam Kemenag Blora telah bekerja mengakomodir peserta sejuta umat dengan baik dan membawa Kabupaten Blora termasuk salah satu Kabupaten dengan peserta pengukuran sejuta arah kiblat terbanyak,” ujar Kholid.

    Lanjutnya, Kholid berpesan kepada Penyuluh Agama Islam untuk memegang teguh 2 hal penting yang harus dilakukan dalam bekerja, yaitu Mencintai Profesi dan Ikhlas menjalankan profesi.

    Senada dengan hal tersebut Plt Kakankemenag, Mustaqim, mengajak kepada pengurus yang telah dilantik agar memegang ERaT. Maksudnya ERaT merupakan akronim dari ‘E’ (Elaborasi dan Kolaborasi), pengurus saat menjalankan roda kepengurusan diminta dapat bekerja dengan cermat, tekun dan dapat meneladani kepemimpinan Khulafaur Rasyidin.

    Adapun huruf ‘Ra’ merupakan Rahmatan Lil Alamin. Kehadiran penyuluh diharapkan mampu mewujudkan kedamaian dan kasih saying bagi manusia maupun alam semesta. Dan yang terakhir huruf ‘T’ yaitu Tawakkal.

    “Sekali lagi selamat dan sukses, semoga pengurus yang dikukuhkan dapat menjalankan tugas sebaik-baiknya” ucap Plt Kakankemenag Kab. Blora. (nn)

  • Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kecamatan Mulai Digelar 29 April – 4 Mei

    Blora – Bimbingan Manasik Haji merupakan proses pembekalan yang dilakukan oleh Kementerian Agama kepada calon Jemaah haji (CJH). Selasa (30/04) Plt Kakankemenag Kab. Blora H. Mustaqim memberikan bekal kepada CHJ asal Kecamatan Jepon, Jiken dan Bogorejo.

    Dalam bimbingan manasik haji ini, Jemaah mendapatkan materi seputar ibadah haji mulai dari rukun, wajib, larangan termasuk tahapan perjalanan ibadah haji, pengetahuan tentang Kesehatan, cara ibadah di dalam pesawat dan layanan lainnya.

    “Banyak materi yang akan disampaikan alam manasik, oleh karena itu saya harap diikuti dengan baik. Penjelasannya sangat memberikan manfaat dan dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan ibadah haji,” ujar Mustaqim alam membuka kegiatan manasik haji di Sebara.

    Mustaqim juga mengingatkan agar calon Jemaah haji mulai menjaga Kesehatan dan staminanya baik sebelum berangkat maupun saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.

    Adapun Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jepon Suryani Kamali, menjelaskan bahwa penggabungan Jemaah calon haji dari Kecamatan Jepon, Jiken dan Bogorejo berdasarkan tidak mencukupinya kuota perkecamatan.

    “Di kecamatan Jepon jemaahnya 36 orang, Kecamatan Bogorejo 14 orang dan Jiken 9 orang. Oleh karena itu untuk memenuhi kuota maka digabungkan dan totalnya 59
    orang,” kata Suryani.

    Adanya bimbingan manasik haji tingkat kecamatan diharapkan dapat menjadi ilmu dan motivasi agar dapat diamalkan an dijalankan di Tanah Suci sehingga Jemaah calon haji dari Kabupaten Blora khususnya Kecamatan Jepon, Jiken dan Bogorejo dapat menjalani ibadah dengan lancer dan dalam keaddaan baik saat Kembali lagi ke Tanah Air. (nn)

  • Kakankemenag Ajak ASN Guru Moderat

    KakankemenagKab. Blora M. Fatah mengisi acara Moderasi Beragama di hadapan guru MAN, MTsN dan MIN Blora, Rabu (08/02/2024) yang bertempat di Aula MTsN Blora.

    Dalam kesempatan tersebut, M. Fatah mengajak ASN untuk bersyukur menjadi warga dan hidup di Indonesia. Karena jika diberikan kesempatan hidup di negara yang minoritas dan berkonflik belum tentu bisa menikmati kedamaian seperti yang dirasakan di Indonesia.

    Ia menjelaskan bahwa hidup di Indonesia bisa damai karena pemerintah dapat mengelola perbedaan yang merupakan sunatullah.

    “Indonesia merupakan negara Pancasila. Di negara Pancasila, agama tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan demokrasi,” terang Fatah.

    Lanjutnya, negara Indonesia juga memfasilitasi kehidupan agama dan beragama. Indonesia merupakan negara yang dibangun atas dasar pluralisme maka mensyaratkan kemauan untuk saling berbagi (menerima dan memberi), toleransi (keikhlasan untuk berkonsisten), dan kemauan untuk saling memahami, untuk tujuan bersama yaitu membentuk dan mempertahankan Negara Indonesia.

    Oleh karena itu, dalam beragama ASN diminta untuk berada di tengah-tengah, tidak condong kanan maupun kiri. Hal ini disebut juga sebagai bentuk sikap moderat.

    Sebagaimana topik dalam kesempatan tersebut adalah Moderasi Beragama untuk Tenaga Kependidikan, Kakankemenag meminta guru dalam mendidik maupun berkehidupan dapat mengimplementasikan Moderasi Beragama. (nn)

  • Seksi PD Pontren Kemenag Blora Gelar Rapat Evaluasi Bantuan Kesejahteraan Guru TA 2023

    Seksi PD Pontren Kemenag Blora Gelar Rapat Evaluasi Bantuan Kesejahteraan Guru TA 2023

    Blora (kemenag) – Kemenag Blora melalui Seksi PD Pontren menggelar rapat evaluasi bantuan kesejahteraan guru, Rabu (24/01/2024) bertempat di Resto D’Joglo. Hadir dalam kegiatan ini Kabag Kesra Moh. Toha Mustofa, Kakankemenag M. Fatah, Kasi PD Pontren Immawan EF, Perwakilan dari Bank Jateng Cabang Blora Rasmiyati dan Obi. Adapun peserta dalam kegiatan ini adalah FKDT, Pengurus Badko LPQ Kecamatan dan Kabupaten.

    Adapun kegiatan ini digelar dalam rangka menindaklanjuti SK PPK Kankemenag Kab. Blora No.3009 Tahun 2023 tentang Penetapan Penerima Hibah Insentif Guru Ngaji, Pengajar Keagamaan, Marbot Masjid dan Tokoh Agama Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2023.

    “Tahun 2023 Kemenag Blora mendapat dana hibah dari Pemkab Blora disalurkan melalaui Bank Jateng,” lapor Kasi PD Pontren, Immawan.

    Lanjutnya ia mengatakan bahwa dalam penyaluran bantuan masih ditemukan kendala teknis yang menghambat penyaluran bantuan tersebut. Misalnya saja rekening penerima yang sudah tidak aktif maupun pasif, penulisan nama yang tidak sesuai dengan tabungan, dan yang lainnya. Oleh karena itu, Immawan mengajak peserta yang hadir untuk berdialog bersama dengan Bank Jateng untuk menyelesaikan masalah tersebut.

    Dalam kesempatan tersebut, Kakankemenag M. Fatah mengucapkan terima kasih kepada Bank Jateng yang telah berkenan memberikan kemudahan dan pencerahan atas problem yang terjadi.

    “Terima kasih Bank Jateng telah memberikan keringanan prosedur kepada kami, melayani kami dengan baik. Saya berharap semoga bisa dibahas satu persatu problemnya,” ujar Fatah.

    Selain itu, M. Fatah juga meminta kepada penerima insentif untuk tertib administrasi dan mematuhi aturan yang berlaku. (nn)

  • MTs Nurul Huda Bogorejo dan MA Sunan Kalijaga Didapuk Menjadi Madrasah Inklusi Pertama di Blora

    MTs Nurul Huda Bogorejo dan MA Sunan Kalijaga Didapuk Menjadi Madrasah Inklusi Pertama di Blora

    Blora (Kemenag) – H. M. Fatah kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora membuka kegiatan Pelatihan Penguatan Kapasitas Penyelenggara Madrasah Inklusi di RM Mr. Green, Senin (15/01/2024). Kegiatan ini diikuti oleh 140 peserta yaitu Kepala MTs dan MA serta guru BK se-kabupaten Blora.

    Madrasah inklusi merupakan madrasah yang memberikan pelayanan kepada warga negara dengan keanekaragaman peserta didik, termasuk di dalamnya menerima peserta didik berkebutuhan khusus.

    Kakankemenag menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu dukungan Kementerian Agama untuk meningkatkan mutu pembelajaran inklusif bagi guru, kepala dan tenaga kependidikan di madrasah secara nasional.

    “Anak berkebutuhan khusus atau ABK merupakan anak bangsa yang berhak dan selayaknya mendapatkan pendidikan yang sama, selayaknya anak-anak didik lainnya,” kata M. Fatah

    Lanjutnya, guru madrasah perlu memahami persoalan ABK secara menyeluruh. Oleh karena itu, sangat diperlukan pelatihan yang bisa membekalai guru madrasah tentang penanganannya terutama pada madrasah yang telah menyelenggarakan pendidikan inklusif.

    Adapun madrasah yang dicanangkan sebagai madrasah inklusif di Kabupaten Blora adalah MTs Nurul Huda Bogorejo dan MA Sunan Kalijaga Cepu.

    Adapun yang bertindak sebagai Narasumber dalam kegiatan tersebut Kakankemenag H. M. Fatah S.Ag., M.Ed, Kasi Pendidikan Madrasah H. A. Imam Syaifuddin Zuhri M.Si, Konsultan MEQR Kemenag RI Fakhruddin Karmani M.Pd, Ketua FPMI Pusat Staf Ahli Pendidikan Inklusi Dirjen Pendis Kemenag RI Sugiyono, M.Pd. Tampak hadir juga dalam kegiatan tersebut pengawas madrasah se-Kabupaten Blora dan staf Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Blora. (nn)

  • Sebanyak 28 ASN PPPK Kabupaten Blora Ikuti Orientasi Secara Daring

    Kemenag Kabupaten Blora Ikuti Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) secara daring dari Aula PLHUT Kemenag Kabupaten Blora, Rabu (13/09/2023).

    Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora HM. Fatah bersama dengan 28 ASN PPPK.

    Melalui zoom meeting, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Amien Suyitno mengatakan bahwa penyelenggaraan orientasi PPPK tertuang dalam surat Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN LAN Nomor: 5666/D.3/PDP.071.1 tanggal 16 Agustus 2023 perihal Penyelenggaraan Orientasi PPPK.

    Menurutnya orientasi PPPK akan dilaksanakan secara bertahap sejak 12 September sampai akhir Oktober 2023.

    Ia menerangkan, kegiatan yang dipusatkan di Balai Diklat Keagamaan Surabaya itu diikuti oleh PPPK Kankemenag Kab/Kota se-Indonesia, serta dibuka langsung oleh Menteri Agama.

    Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas memberi pesan khusus kepada para ASN PPPK. Ia meminta agar PPPK tidak menyalahgunakan wewenang dan berintegritas dan tidak menargetkan kekayaan.

    “Menjadi ASN atau PPPK meski gembira, tapi jangan pernah berharap kaya. Kalau tujuan hidup menjadi kaya, jangan jadi ASN atau PPPK,” kata Yaqut saat memberikan sambutan Orientasi Pegawai PPPK Kemenag RI di Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Rabu (13/9/2023).

    “Uang pensiunnya PPPK tidak punya, jadi sepenuhnya pengabdian, jangan pernah berharap kaya. Kalau mau jadi kaya ya jadi pengusaha, kalau mau jadi terkenal ya politisi, kalau mau mengabdi ya jadi PPPK,” ujarnya.

    Menag juga memastikan bahwa perjuangan untuk dapat lolos sebagai PPPK tidak mudah. Bahkan, ketika mengemban tugas pun kerap mendapat cobaan duniawi.

    “Karena perjuangan untuk mendapat status PPK panjang dan tidak mudah, dan saya minta harus berintegritas serta tidak asal kerja. Di penyerahan SK ini, saya sampaikan tidak perlu berterima kasih ke menteri, terima kasih lah kepada Presiden Jokowi dan Allah, dan orang tua,” kata Menag.

Skip to content